Kacamatanegeri.com, BALIKPAPAN– Ketika ikhtiar manusia menemui batasnya, ada pintu langit yang harus diketuk. Memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan yang membawa keberkahan, sekaligus memohon ampun atas segala kekurangan dan kesalahan.
Petikan harapan terpatri dalam hati warga Balikpapan Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) yang melaksanakan salat Istisqa dan doa bersama di kawasan Waduk Manggar, Jumat (18/9/2026).
Suasana penuh khidmat mewarnai salat Istisqa yang dipimpin KH Mawardi Al-Banjari dari Pondok Pesantren Al-Banjari. Turut hadir jajaran direksi dan pegawai PTMB, perwakilan pemerintahan Kecamatan Balikpapan Utara, Kelurahan Karang Joang, dan Kelurahan Graha Indah.
Juga perwakilan dari Pondok Pesantren Asyifa yang berada di sekitar kawasan waduk. Selain itu, perwakilan warga, tokoh masyarakar dan agama dari beberapa RT serta Lembaga Pemasyarakatan (LPM) ikut hadir dalam kegiatan ini.
Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, mengatakan kegiatan ini merupakan inisiatif warga Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, yang mengharapkan turunnya hujan.
“Salat ini sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama di tengah kondisi kemarau yang menurunkan ketersediaan air di Waduk Manggar Balikpapan,” ujarnya.
Kata Dirut, kesemua hadir untuk memanjatkan doa agar segera diberikan hujan yang cukup dan bermanfaat bagi Balikpapan.
“Inisiatif tersebut menjadi wujud kepedulian dan kebersamaan masyarakat dalam menyikapi kondisi kekeringan yang berdampak pada kondisi turunnya air baku di waduk,” kata Yudhi.
Dijelaskan, ketinggian air di Waduk Manggar dan Waduk Teritip terus menyusut akibat kemarau. Produksi intake air PTMB dari kedua sumber utama tersebut dilaporkan telah mengalami penurunan mencapai 50 persen. Akibat dampak El Nino.
Penurunan pasokan air baku tersebut berdampak pada layanan distribusi air bersih. Dua instalasi pengolahan air (IPA) di PTMB tidak lagi dapat berjalan optimal selama 24 jam.
Meski begitu, PTMB terus berupaya menjaga distribusi air dan memberikan penanganan alternatif bagi wilayah yang mengalami kendala pelayanan. Salah satunya menyuplai kebutuhan air bersih melalui armada tangki ke wilayah terdampak.
“Kami siapkan armada tangki untuk pendistribusian, serta drum penampungan air untuk membantu kebutuhan warga,” tutur Yudhi.
PTMB memaksimalkan penanganan alternatif bagi wilayah yang mengalami kendala pelayanan. Berbagai langkah mitigasi disiapkan untuk menjaga pasokan air bersih menyusul kondisi kemarau panjang.
“Kami juga merekayasa jaringan secara terbatas sebagai upaya agar aliran dapat menjangkau kawasan terdampak pada akhir pekan. Skema ini tidak berlaku untuk seluruh pelanggan, bersifat lokal di wilayah terdampak,” pungkasnya.
Salat Istisqa dan doa yang dipanjatkan bersama diharapkan menjadi wasilah turunnya hujan yang membawa manfaat bagi masyarakat di seluruh kehidupan di wilayah Kota Balikpapan. (*/dwn)

















