MBG di PPU Kejar Target 10 Ribu Siswa Akhir Tahun

Advertorial, Berita820 Dilihat
banner 468x60

KACAMATANEGERI.COM, PPU – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan bagian integral dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia, di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menunjukkan progres signifikan. Pemerintah daerah kini bekerja keras memastikan cakupan layanan menjangkau lebih dari 10 ribu siswa hingga penghujung Desember 2025.

Hingga saat ini, layanan MBG di PPU telah mencapai 7.257 porsi per hari, meningkat tajam dari capaian awal pada September 2025 yang berkisar 5.000 porsi. Peningkatan ini didukung penambahan Sekolah Penyedia Pangan Gizi (SPPG) satelit di Sepaku.

banner 336x280

Sebagai upaya memastikan program berjalan optimal, Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten PPU, Tohar, memimpin tim Satgas MBG kabupaten melakukan peninjauan ke beberapa lokasi penerima manfaat,

“Ini sebetulnya bukan sidak. Kami turun ke lapangan untuk memastikan bahwa program ini berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan harapan kita,” ucap Tohar, Rabu (26/11/2025).

Peninjauan dilakukan di lokasi-lokasi strategis, termasuk SPPG di Bumi Harapan, Tengin Batu, Penajam, dan Gunung Seteleng, serta PAUD-TK dan SD Al Banjari.

Fokus utama pemerintah daerah adalah memastikan cakupan layanan dan menjamin kenyamanan serta keamanan gizi bagi siswa.

Dalam peninjauan tersebut, Satgas MBG mencatat beberapa temuan penting yang langsung ditindaklanjuti dengan penyedia layanan (SPPG): yakni ompreng tidak dilengkapi sendok. Solusinya, Satgas meminta para guru untuk mengedukasi siswa dan orang tua agar membawa peralatan makan sendiri setiap hari sebagai bagian dari pembiasaan kebersihan.

Baca Juga :  Pasca Insiden di Proyek RDMP Lawe-Lawe, SILOG Perkuat Komitmen Keselamatan Kerja

Terdapat kesamaan volume atau porsi menu antara anak usia dini (PAUD) dengan siswa yang lebih dewasa (SD ke atas). Padahal, kebutuhan gizi dan kapasitas anak berbeda. Solusi cepat yang diambil adalah menyiasati packing.

SPPG diminta mengurangi volume untuk anak usia dini, dan menambahkannya untuk siswa yang lebih dewasa, tanpa mengubah total indeks layanan per porsi yang sudah ditetapkan.

Dengan populasi pelajar penerima MBG di PPU yang mencapai sekitar 35.000 siswa, pemerintah daerah optimis program ini akan terus meluas. Tohar menegaskan bahwa penambahan SPPG satelit menjadi kunci percepatan.

“Dengan beroperasinya SPPG satelit, kami yakin 35 hari ke depan cakupannya akan meningkat drastis,” tandas Tohar. (adv)

banner 336x280