Langkah Strategis Bersama BI, PPU Perkuat Strategi Kendalikan Inflasi

Daerah, Nusantara1467 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PPU– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dan Kabupaten Paser memperkuat sinergi pengendalian inflasi serta ketahanan pangan melalui kegiatan High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Senin (18/5/2026).

Dalam forum tersebut, Bupati PPU Mudyat Noor menegaskan pengendalian inflasi tidak cukup hanya dilakukan melalui pengawasan harga, tetapi juga membutuhkan langkah konkret dalam menjaga distribusi dan ketersediaan bahan pokok di lapangan.

banner 336x280

Menurutnya, pemerintah daerah bersama TPID terus melakukan pemantauan terhadap komoditas strategis sekaligus memastikan distribusi berjalan lancar melalui koordinasi lintas sektor. Upaya itu disebut berhasil menjaga inflasi PPU tetap terkendali di angka 0,33 persen.

“Pengendalian inflasi tidak hanya bicara harga, tetapi memastikan barang tersedia di masyarakat. Karena itu gerakan pangan murah, operasi pasar, dan pengawasan distribusi terus kami lakukan secara berkelanjutan,” kata Mudyat.

Ia juga mengingatkan potensi tekanan inflasi masih dapat terjadi akibat situasi global dan cuaca ekstrem yang mempengaruhi produksi maupun distribusi pangan. Karena itu, sinergi antarwilayah dinilai penting agar langkah intervensi pasar dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Mudyat menilai program pengendalian inflasi harus dibarengi penguatan ketahanan pangan daerah. Sebagai salah satu wilayah penyangga pangan di Kalimantan Timur, PPU terus mendorong pemanfaatan lahan pekarangan, penguatan cadangan pangan daerah, serta pemberdayaan kelompok tani dan pelaku usaha pangan lokal.

Baca Juga :  Pemkab PPU Terima Penghargaan Nasional Dukung Pembiayaan dan Pengembangan Sektor Air Minum

“Ketahanan pangan harus dibangun dari daerah. Produktivitas pertanian dan kesiapan distribusi menjadi kunci agar masyarakat tidak terdampak gejolak harga,” katanya.

HLM dan Capacity Building TPID tersebut diharapkan menghasilkan langkah strategis yang lebih terukur dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan di masing-masing daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan PPU Hadi Saputro, Inspektur Inspektorat PPU Budi Santoso, Kepala Bagian Ekonomi Krisna Aditama, Kepala Dinas KUKM Perindag, BKAD PPU, serta unsur teknis terkait lainnya. (hms13/pemkab/ppu)

banner 336x280