Lahan Klir Jadi Kunci Utama Program KNMP di PPU

Advertorial, Berita39 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mematangkan langkah strategis dalam memperkuat infrastruktur sektor perikanan daerah. Melalui Dinas Perikanan Kabupaten PPU, pemerintah daerah berkomitmen mengoptimalkan peluang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membangun fasilitas pesisir yang modern, terintegrasi, serta berdaya saing tinggi.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten PPU, Andi Trasodiharto, mengungkapkan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) terus menunjukkan perkembangan positif. Setelah berhasil menuntaskan penambahan dua lokasi target, fokus pembangunan kini diarahkan pada pemenuhan tiga unit fasilitas baru pada tahun anggaran 2026.

banner 336x280

“Ke depan, karena ini merupakan program dari kementerian yang membuka ruang seluas-luasnya bagi kabupaten maupun kota untuk mengusulkan titik-titik potensial, kita fokus bangun dulu tiga unit di tahun 2026. Setelah tahapan itu berjalan, baru kita usulkan kembali titik berikutnya di tahun 2027,” ujar Andi, Jumat (23/10/2026).

Meski demikian, Andi menegaskan, penetapan kawasan pembangunan sangat bergantung pada kepastian legalitas dan status lahan. Salah satu lokasi unggulan yang saat ini tengah dimatangkan adalah kawasan Babulu Laut. Wilayah pesisir tersebut dinilai sangat ideal karena kondisi lahannya sudah dipastikan klir.

Namun, keberhasilan pembangunan ini juga menuntut kesiapan aksesibilitas dan kolaborasi warga lokal. Pemerintah daerah gencar berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk menggalang dukungan masyarakat, khususnya terkait hibah sebagian lahan guna pembukaan akses jalan menuju fasilitas sentra nelayan tersebut.

Baca Juga :  Tren Pelajar PPU Kuliah di UGM Jalur Beasiswa Afirmasi Meningkat

“Prinsipnya pemerintah desa sangat mendukung penuh karena terdapat ratusan nelayan di sana yang selama ini belum memiliki fasilitas bersandar maupun tempat pendaratan ikan yang layak. Selain tempat sandar, kawasan ini nantinya akan dilengkapi area docking kapal, sarana bongkar muat ikan, pabrik es, hingga fasilitas ruang pendingin,” jelas Andi.

Mengenai pembiayaan, program terpadu ini bersumber penuh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan kisaran alokasi anggaran mencapai Rp6 miliar hingga Rp8 miliar untuk setiap satu unit pembangunan KNMP. (Adv/d1)

banner 336x280