Konsumsi Ikan Anjlok, Dinas Perikanan Tancap Gas Program Gemarikan

Advertorial, Berita726 Dilihat
banner 468x60

KACAMATANEGERI.COM, PPU – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menghadapi tantangan serius dalam peningkatan gizi masyarakat. Data terbaru menunjukkan tingkat konsumsi ikan di PPU turun drastis, jauh di bawah capaian rata-rata nasional. Kondisi ini menjadi perhatian utama dalam upaya daerah menanggulangi kasus stunting atau kekurangan gizi kronis pada anak.

Menyikapi urgensi ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU melalui Dinas Perikanan secara agresif menggenjot implementasi program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

banner 336x280

Kepala Dinas Perikanan PPU, Rozihan Azward, mengungkapkan bahwa saat ini, tingkat konsumsi ikan masyarakat PPU hanya menyentuh angka 48,8 kilogram per kapita. Angka ini tertinggal jauh dibandingkan angka konsumsi ikan nasional yang mencapai 62,5 kilogram per kapita.

“Memang data terakhir ini menunjukkan tingkat konsumsi (ikan) kita menurun, yaitu 48,8 kilogram per kapita, sementara nasional 62,5 kilogram per kapita,” ujar Rozihan Azward, Rabu (26/11/2025).

Rozihan menjelaskan, program Gemarikan yang merupakan inisiatif dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan telah berjalan sejak 2024, kini menjadi fokus utama Dinas Perikanan PPU. Tujuan utamanya adalah membangun kebiasaan makan ikan di masyarakat, yang diharapkan berdampak langsung pada perbaikan gizi, terutama untuk kelompok rentan seperti anak-anak.

Untuk menarik minat, khususnya anak-anak, program ini berinovasi dengan menyediakan makanan olahan ikan yang dikemas secara kreatif dan menarik. Melalui upaya intensif Gemarikan, Pemkab PPU menargetkan peningkatan signifikan dalam konsumsi ikan sehingga secara bertahap dapat mengatasi masalah stunting di Kabupaten PPU.

Baca Juga :  Kabar Duka, Ketua Kadin Balikpapan Yaser Arafat Syahril Meninggal Dunia

Aksi di lapangan telah dilakukan dengan menyasar langsung desa-desa yang memiliki prevalensi kasus stunting tinggi. Rozihan menambahkan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan sepotong-sepotong, melainkan harus terstruktur dan terpadu. Menurutnya, pola penanganan harus dimulai sejak fase pra-nikah atau calon pengantin.

“Memang polanya harus dirumuskan stunting ini. Harus dari awal mau menikah. Kalau sudah yang sudah agak gejala perlu penanganan,” tutupnya. (Adv)

banner 336x280