Kisah BISCO Terbentuk Mengenalkan Olahraga Sepatu Roda di Balikpapan

Tempat Belajar Menyalurkan Hobi, Berkembang dan Membangun Semangat dalam Dunia Inline Skate

Berita, Olahraga63 Dilihat
banner 468x60

BALIKPAPAN– Di tengah minimnya komunitas dan wadah fasilitas bagi pegiat sepatu roda di Balikpapan, sebuah komunitas baru hadir di Balikpapan membawa semangat angin segar bagi para pegiat yang ingin menyalurkan keterampilan berseluncur baik di jalan raya maupun di jalur yang sekiranya bisa roling.

Namanya Balikpapan Inline Skate Community, komunitas sepatu roda yang baru resmi terbentuk tepatnya 21 Oktober 2026 ini mulai menarik perhatian masyarakat Kota Balikpapan.

banner 336x280

Eko Purwanto, salah satu pengerak komunitas menyatakan, meski terbilang masih seumur jagung, antusiasme pegiat sepatu roda terhadap komunitas yang ingin bergabung ini tidak main-main.

Hanya dalam beberapa hari sejak berdiri, BISCO begitu komunitas ini disingkat, kini berhasil menampung sekitar 45 anggota aktif dari berbagai kalangan usia. Mulai dari anak-anak hingga dewasa.

“Awalnya kami hanya iseng bertiga buat grup WhatsApp sepatu roda, eh tenyata setelah melihat perkembangan di lapangan banyak yang main sepatu roda dijalan,” cerita Eko kepada kacamatanegeri.com, Sabtu (31/10/2026).

Bahkan kata Eko, dirinya bersama dua kawannya tidak berpikiran punya komunitas. Yang mana awalnya hanya have fun bisa bermain sepatu roda bareng dijalan atau tempat untuk roling.

“Kami memulainya tanpa ekspektasi serius, tetapi kemudian entah kenapa berujung pada ketertarikan yang lebih dalam untuk menyalurkan hobi bersepatu roda,” katanya.

Keseriusan itu ditunjukkan Eko dengan mengajak anak, keponakan dan kerabat untuk bergabung bersama, roling mengintari jalan di Balikpapan.

“Tuh lihat anak dan keponakan jadi hobi, padahal dulunya saya akui kecanduan gadget, melihat itu saya berinisiatif untuk menghilangkan ketergantungan gadget dengan mengajaknya bermain sepatu roda,” ucapnya dengan bangga.

Baca Juga :  Hotel Four Points By Sheraton Balikpapan Usung Ramadan 1446 Bertema Journey of The Silk Road

Eko juga bercerita, kedua temannya, Bayu dan Lucky juga menginginkan agar dulunya membentuk komunitas ini bisa membawa racun positif bagi penggiat sepatu roda.

“Dulu sebelum nama BISCO terbentuk, nama komunitas kami Scate With Me,” kata Eko.

Alhasil dalam perjalanannya, Eko bersama komunitas akhirnya bertemu seorang penggila sepatu roda asal Jakarta dan mau bergabung sekaligus menularkan ilmu kepiawainya dalam bersepatu roda kepada sesama anggota komunitas.

“Namanya Diaz, dulunya hingga sekarang punya komunitas bernama Skatevel,” ujarnya.

Gayung bersambut, Diaz mengaku dan mengatakan sangat bangga bisa bergabung dalam komunitas BISCO di Balikpapan.

“Saya bergabung di komunitas agar kedepan olahraga sepatu roda bisa solid dan maju lagi,” kata Diaz.

Khususnya BISCO, bisa memberi wadah pegiat sepatu roda untuk menyalurkan bakat dan keterampilannya bermain sepatu roda.

“Saya berharap BISCO bisa menjadi komunitas besar yang bisa diketahui warga Balikpapan dan bisa berkembang pesat, lebih dikenal seperti komunitas di kota-kota besar di Jawa,” katanya.

Namun untuk mewujudkan itu, Diaz sangat berharap ada dukungan pemerintah kota Balikpapan untuk mewadahi komunitas yang ada dengan menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung.

Karena sampai saat ini, kata Diaz, komunitas BISCO belum memiliki tempat latihan khusus. Bahkan, dia mengaku kesulitan untuk mencari tempat latihan yang sesuai dengan standar yang dibutuhkan.

Menurutnya, di Balikpapan sebenarnya ada beberapa lokasi yang dapat digunakan untuk latihan. Namun, dirinya sangat miris melihat jalur yang biasa dipakai roling sangat tidak mendukung, sehingga banyak kendala-kendala yang menghinggapi para pegiat sepatu roda saat roling dijalan raya.

Baca Juga :  KPB Mengajar 2026 Jelajahi Tiga Sekolah di Kawasan RDMP Balikpapan-Lawe-Lawe

“Jalanan aspal di Balikpapan keliatannya aja yang halus, tapi saat dilintasi dan diroda jalur jalannya gradakan atau kondisi permukaan yang tidak rata, kasar dan bergelombang. Bahkan terkadang anggota ada yang jatuh,” ucapnya lirih.

Kendala itu ternyata tidak menyurutkan salah satu anggota komunitas, Deny Frans mengaku bangga dan bisa tergabung dan membentuk komunitas BISCO.

“Saya ikut terlibat dan bergabung di BISCO niatnya ingin bersama-sama mengangkat nama komunitas,” katanya.

Karena katanya selama ini banyak pegiat sepatu roda yang main dijalan, tapi tidak wadahnya. Ibarat kata main sepatu rodanya bercerai berai dijalan.

“Alhamdulillah begitu saya bergabung dan sama-sama membentuk BISCO. Pada masuk tuh satu-satu yang hobi sepatu roda kedalam komunitas, sehingga anggota komunitas semakin banyak dan solid untuk terus berlatih,” ucap Deny.

Untuk itu, Deny berharap anggota komunitas BISCO kedepannya bisa dilirik menjadi atlet berprestasi untuk mengikuti kejuaraan.

“Insya Allah kedepan kami bersama komunitas bisa berkoordinasi dengan induk organisasi olahraga sepatu roda di Balikpapan yakni PERSEROSI (Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia),” ungkapnya.

Dan terpenting kata Deny, semoga komunitas sepatu roda ini juga mendapat perhatian khusus dari pemerintah kota, seperti yang diharapkan pendiri komunitas, terutama dalam penyediaan tempat latihan yang layak, sehingga semakin banyak bibit-bibit baru yang dapat berkembang dan berprestasi di dunia sepatu roda Balikpapan. (dwn)

banner 336x280