Kepala DPMD PPU Dorong Persiapan Maksimal Hadapi Lomba Desa 2026

Berita, Daerah1821 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PPU– Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tita Deritayati, mendorong seluruh pihak terkait mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi Lomba Desa, Lomba Kelurahan, dan Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tahun 2026.

Hal itu disampaikan Tita Deritayati saat kegiatan sosialisasi mekanisme lomba yang digelar Pemkab PPU melalui DPMD PPU di Aula Lantai III Kantor Bupati, Senin (3/5/2026).

banner 336x280

Sosialisasi tersebut meliputi teknis pelaksanaan kegiatan, ketentuan penilaian, jadwal lomba serta ketentuan umum masing-masing lomba yang diikuti Camat, Lurah dan Kepala Desa di PPU.

Tita Deritayati menyampaikan capaian Kabupaten PPU pada tahun sebelumnya cukup membanggakan di tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Salah satunya, PPU berhasil meraih juara II Lomba Desa tingkat provinsi melalui Desa Sidoarjo.

“Selain itu, kita juga berhasil meraih juara I Teknologi Tepat Guna tingkat provinsi, juara II inovasi teknologi tepat guna, serta penghargaan stan terbaik. Ini membuktikan PPU mampu bersaing dengan daerah lain,” ujarnya.

Ia berharap prestasi tersebut dapat kembali diraih pada tahun 2026. Meski demikian, Tita mengingatkan tantangan yang dihadapi tidak ringan sehingga dibutuhkan kesiapan dari seluruh unsur, mulai pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten.

Menurutnya, aspek wawancara dan pemaparan menjadi poin penting dalam penilaian, termasuk pemahaman terkait pengelolaan lingkungan seperti pengolahan sampah. Keterlibatan Tim Penggerak PKK juga dinilai menjadi faktor pendukung yang sangat penting.

Baca Juga :  Sinergi Pemkab PPU, TNI dan POLRI Manfaatkan Lahan Produktif Tanam Jagung

Karena itu, Tita meminta para camat selektif dalam menentukan desa perwakilan dari masing-masing wilayah. Desa yang diusulkan diharapkan benar-benar siap serta mampu menampilkan potensi unggulan, inovasi, dan penerapan teknologi tepat guna.

“Setiap kecamatan nantinya menunjuk satu desa untuk mengikuti lomba. Dari situ akan diseleksi kembali untuk mewakili PPU di tingkat provinsi,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan lomba desa juga menjadi momentum strategis untuk mempromosikan produk unggulan desa agar semakin dikenal luas dan mampu menembus pasar modern maupun swalayan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga menerima pemaparan terkait ketentuan Lomba Desa 2026, di antaranya penilaian berdasarkan capaian dua tahun terakhir (2024–2025), status perkembangan desa, serta kelengkapan dokumen seperti RPJMDes, RKPDes, dan APBDes.

Selain itu, evaluasi dilakukan melalui aplikasi pemerintah desa yang mencakup validasi data oleh pihak kecamatan dan kabupaten. Lomba desa dinilai bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sarana evaluasi, apresiasi, serta publikasi inovasi dan potensi desa.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong desa semakin maju, mandiri, dan mampu menunjukkan potensi terbaiknya,” tutup Tita. (hms6/pemkab/ppu)

banner 336x280