Kemenhut Dorong Pengembangan Ekowisata Mangrove di PPU

Berita, Daerah1759 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PPU – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, mendampingi kunjungan kerja Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan (Setditjen PDASRH) Kementerian Kehutanan, Muhammad Zainal Arifin dan jajarannya ke kawasan Ekowisata Mangrove di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam, Rabu (6/5/2026).

Turut mendampingi kegiatan ini, Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Nicko Herlambang, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

banner 336x280

Dalam sambutannya, Mudyat Noor menegaskan komitmen Pemkab PPU dalam menjaga dan mengembangkan potensi ekosistem mangrove sebagai salah satu aset penting daerah, baik dari sisi lingkungan maupun pariwisata.

“Ekosistem mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat melalui pengembangan ekowisata,” kata Mudyat Noor.

Sinergi Pokdarwis Wujudkan Destinasi Unggulan

Usai kegiatan, Muhammad Zainal Arifin menjelaskan bahwa kunjungannya ke kawasan ekowisata mangrove Kampung Baru bertujuan untuk menjajaki kolaborasi pengembangan kawasan tersebut.

Salah satunya melalui sinergi serta dukungan terhadap Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.

“Ke depan, kita akan coba kolaborasikan pengembangan kawasan ini, termasuk mendampingi Pokdarwis agar mampu mengelola dan mengembangkan ekowisata mangrove secara berkelanjutan,” kata Zainal Arifin yang merupakan Pj Bupati PPU 2024-2025.

Ia juga menambahkan bahwa upaya tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem mangrove.

Baca Juga :  Peringatan Hari Bela Negara Ke-77 di PPU Jadi Momen Penting Jaga Keutuhan Bangsa

“Kita bersama Pemkab PPU ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ekosistem mangrove, karena ini menjadi bagian penting dari lingkungan sekaligus potensi wisata,” lanjutnya.

Zainal Arifin mengungkapkan, pihaknya juga akan mendorong dukungan pendanaan untuk membantu Pokdarwis dalam membangun fasilitas penunjang, sehingga kawasan tersebut dapat berkembang menjadi destinasi unggulan.

Menurutnya, dipilihnya Kabupaten PPU salah satunya karena memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata berbasis hutan mangrove yang hingga saat ini belum tergarap secara maksimal.

Oleh karena itu, pembentukan dan penguatan Pokdarwis di berbagai wilayah juga akan terus didorong.

“Ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program rehabilitasi mangrove di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), mengingat PPU merupakan wilayah penyangga yang memiliki konektivitas langsung, termasuk dengan Balikpapan,” ujarnya.

Ia berharap, pengembangan ekowisata mangrove di PPU dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

“Mudah-mudahan kawasan ini bisa berkembang dengan baik dan menjadi salah satu percontohan ekowisata mangrove terbaik di Indonesia,” pungkasnya. (hms6/pemkabppu/loh)

banner 336x280