Hasil Survei BI Balikpapan : Optimisme IKK, IKE, IEK di Level Aman

Berita, Daerah39 Dilihat

Kacamatanegeri.com, BALIKPAPAN– Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) Balikpapan mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) triwulan II 2026 berada di level 123,7, lebih rendah dibandingkan triwulan I 2026 yang tercatat sebesar 132,3.

Pencapaian indeks angka tersebut masih berada di atas level 100 yang menandakan konsumen tetap optimistis. Demikian dikatakan Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, melalui siaran pers, Kamis (2/7/2026).

Penurunan tersebut menurut Robi, dipengaruhi berkurangnya aktivitas ekonomi seiring proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) memasuki tahap penyelesaian.

“Proyek strategis nasional RDMP telah memasuki fase penyelesaian sehingga berdampak terhadap berkurangnya jumlah pekerja konstruksi yang selama ini menjadi konsumen utama sejumlah pelaku usaha di Balikpapan,” katanya.

Meski demikian, BI menilai persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun enam bulan ke depan masih kuat, tercermin di momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri, dan di tengah kebijakan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, dan harga LPG nonsubsidi.

Hasil survei, kelompok masyarakat dengan pengeluaran Rp2 juta hingga Rp3 juta menjadi yang paling optimistis dengan IKK 144,2. Disusul kelompok pengeluaran Rp7 juta-Rp8 juta sebesar 132,2, serta Rp4 juta-Rp5 juta sebesar 130,6. Hal itu dibarengi dari sisi usia, optimisme tertinggi berasal dari responden berusia 20-30 tahun dengan indeks 137,2.

Survei juga mencatat Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) sebesar 115,2, turun dari 122 pada triwulan sebelumnya. Penurunan terjadi pada persepsi terhadap lapangan kerja dan pembelian barang tahan lama, sedangkan persepsi terhadap penghasilan justru meningkat.

“Optimisme responden terhadap penghasilan didukung bonus, insentif, kenaikan gaji, lembur, maupun peningkatan omzet usaha,” ujar Robi.

Adapun Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tercatat 132,1, lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 142,6. Meski begitu, masyarakat masih memandang prospek ekonomi enam bulan ke depan tetap positif.

Diakhir siaran pers, hasil survey optimisme responden terhadap ketersediaan lapangan kerja juga meningkat, didorong oleh tersedianya peluang kerja baru pada program MBG seiring dengan terus bertambahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi, berkembangnya usaha kafe dan laundry, serta aktivitas konstruksi yang masih berlanjut pada sejumlah proyek. (*/loh)