Gandeng Singapore Water Center, Balikpapan Susun Roadmap Ketahanan Air Jangka Panjang

Berita, Daerah1698 Dilihat

Kacamatanegeri.com, BALIKPAPAN– Sebagai kota yang tidak memiliki sumber air baku yang melimpah, Kota Balikpapan dihadapkan tantangan besar memastikan ketersediaan air bersih baik untuk kebutuhan rumah tangga, industri, maupun lingkungan yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.

Upaya menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) menggandeng World Bank dan Singapore Water Center sebagai mitra utama dalam Deep Dive Workshop Penyusunan Roadmap Ketahanan Air Kota Balikpapan yang berlangsung di Aula Bappedalitbang Balikpapan, Rabu (6/5/2026)

Kepala Bappedalitbang Balikpapan, Murni, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari keikutsertaan Balikpapan dalam Forum Singapore International Water Week.

Dalam forum tersebut, Balikpapan memaparkan berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan air baku hingga persoalan banjir yang kerap terjadi.

Respons positif pun datang dari Singapura dan Bank Dunia, yang kemudian memberikan dukungan teknis bagi Balikpapan.

“Ini sangat bermanfaat bagi kami. Jika harus menghadirkan tenaga ahli secara mandiri, biayanya sangat besar. Bantuan ini tidak hanya soal solusi teknis, tetapi juga penguatan kapasitas daerah,” ujar Murni, disela-sela Workshop.

Ia menyatakan, Balikpapan secara terbuka menjadikan Singapura sebagai referensi dalam pengelolaan air perkotaan. Dan mimpi menjadikan Balikpapan sebagai kota dengan sistem air modern dimulai dari langkah kecil yang kini sedang dirintis.

“Ini awal dari proses panjang. Kita ingin bergerak bertahap, belajar dari yang sudah berhasil,” katanya.

Senior Water Supply and Sanitation Specialist World Bank, Irma Magdalena Setiono, menjelaskan bahwa peran Singapore Water Center adalah menjembatani pengalaman dan keahlian Singapura dengan kebutuhan lokal Balikpapan.

Pendekatan yang ditawarkan tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga mengedepankan solusi berbasis alam serta pengelolaan air yang mengikuti siklusnya secara berkelanjutan.

“Air yang masuk ke kota harus dimanfaatkan secara optimal, bukan terbuang. Ini penting untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Kerja sama ini telah berjalan melalui bantuan teknis dan pertukaran pengetahuan yang akan menjadi dasar penyusunan roadmap ketahanan air Balikpapan.

Roadmap tersebut akan memetakan langkah konkret, mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang, termasuk program yang bisa langsung dijalankan maupun yang membutuhkan dukungan tambahan dari pemerintah pusat, provinsi, hingga sektor swasta. (*/loh)