Gali Potensi Ekonomi Kelautan, Pemkab PPU Usul Pembangunan Pelabuhan Nenang

Advertorial, Berita1453 Dilihat

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) terus mematangkan langkah strategis guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mengoptimalkan potensi besar sektor kelautan daerah.

Salah satu langkah konkret yang kini tengah didorong secara serius adalah rencana usulan pembangunan Pelabuhan Nenang yang diproyeksikan menjadi pusat kegiatan ekonomi baru di wilayah perairan PPU.

Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan usulan pembangunan Pelabuhan Nenang memiliki tingkat urgensi yang sangat tinggi. Keberadaan infrastruktur pelabuhan modern ini dinilai bakal membawa dampak positif yang signifikan serta memberikan kemanfaatan yang luar biasa bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat PPU.

“Sebetulnya kalau kita bilang urgensi, ini sangat urgensi sekali. Dari pelabuhan itu nantinya akan memberikan PAD yang besar bagi pemerintah dan kemanfaatan yang luar biasa bagi Kabupaten Penajam Paser Utara,” kata Mudyat, Rabu (21/10/2026).

Ia menambahkan, tingginya aktivitas serta kesibukan lalu lintas kelautan di kawasan pantai Penajam selama ini belum tergali secara maksimal untuk menyumbang penerimaan daerah. Oleh karena itu, pihak pemerintah daerah saat ini sedang menyiapkan berbagai persiapan teknis dan administratif secara matang, termasuk pembentukan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang ditargetkan selesai pada bulan depan.

Mengenai ketersediaan lahan, Pemkab PPU memprioritaskan area yang secara teknis kepelabuhanan paling layak, meskipun lahan tersebut saat ini masih berstatus milik masyarakat. Luas kawasan yang disiapkan direncanakan minimal berada di atas 10 hektare agar mampu menampung seluruh fasilitas operasional pendukung sebagai pusat ekonomi kelautan.

Dari sisi teknis perairan, lokasi Pelabuhan Nenang dinilai sangat ideal dan sangat memungkinkan untuk disandari oleh kapal-kapal berukuran besar. Lokasi ini menjadi opsi terbaik mengingat kawasan perairan di dalam Teluk Balikpapan kini cenderung dangkal dan memiliki kondisi lalu lintas kapal yang sudah sangat padat.

Kehadiran pelabuhan baru ini diharapkan mampu menjadi solusi nyata bagi kapal-kapal besar yang selama ini hanya mangkal di perairan tanpa bersandar. Dengan adanya pelabuhan yang memadai, kapal-kapal tersebut nantinya dapat singgah untuk mengisi berbagai kebutuhan logistik dan operasional sehari-hari, sekaligus memicu pertumbuhan roda perekonomian lokal secara berkelanjutan.

“Memungkin sekali (kapal besar) untuk bersandar. Makanya, kita bangun pelabuhannya yang baguslah, karena-kan Balikpapan sudah enggak bisa lagi. Nah, sementara kalau kita membangun di wilayah Teluk Balikpapan masuk ke teluk ke dalam teluk itu yang pertama dangkal, kedua perairannya sudah padat-padatnya lalu-lintas,” tandas Mudyat. (Adv)