Ekowisata Mangrove Kampung Baru PPU Terima Kucuran Dana Hibah Rp 140 Juta

Berita, Daerah1818 Dilihat

Kacamatanegeri.com, PPU– Pemerintah pusat kembali menggelontorkan dukungan anggaran untuk pengembangan kawasan pesisir di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR).

Perihal ini disampaikan di sela-sela penandatanganan kontrak swakelola tipe IV bantuan pemerintah kepada masyarakat dalam bentuk hibah usaha produktif (Matching Grants) senilai Rp 140 juta untuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjung Berseri di Kawasan Ekowisata Mangrove, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam, Jumat (08/05/2026).

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (Ditjen PDASRH) Kementerian Kehutanan Dr. Muhammad Zainal Arifin yang memimpin kegiatan ini menjelaskan, bantuan hibah tersebut diberikan kepada Pokdarwis Tanjung Berseri  untuk pengadaan sarana penunjang wisata mangrove.

“Program ini menjadi bagian dari upaya rehabilitasi mangrove sekaligus penguatan ekonomi masyarakat pesisir berbasis lingkungan,” katanya.

Senada itu, Provincial Project Implementation Unit Manager M4CR Kalimantan Timur, Asman Aziz, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga ekosistem mangrove yang memiliki fungsi penting bagi lingkungan dan masyarakat pesisir.

Ia menjelaskan, Program M4CR merupakan kerja sama Pemerintah Republik Indonesia dengan World Bank yang sebelumnya berada di bawah Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, dan kini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan.

“Kita berharap program ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial atau pembangunan fisik semata, tetapi benar-benar berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Peluang Perkuat Sektor Wisata

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setkab PPU, Nicko Herlambang, yang mewakili Bupati PPU, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan kawasan mangrove di PPU.

Menurutnya, bantuan hibah tersebut menjadi peluang bagi masyarakat untuk memperkuat sektor wisata berbasis lingkungan sekaligus menjaga kelestarian pesisir.

Namun demikian, ia juga menekankan pentingnya pengelolaan yang transparan dan tepat sasaran agar bantuan pemerintah tidak berhenti menjadi proyek jangka pendek tanpa dampak signifikan terhadap ekonomi masyarakat.

“Kawasan mangrove memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam berkelanjutan. Tetapi pengelolaan, promosi, dan keterlibatan masyarakat harus terus diperkuat agar kawasan ini benar-benar berkembang dan tidak sekadar ramai saat ada program bantuan,” katanya.

Di sisi lain, pengembangan ekowisata mangrove di PPU juga menghadapi tantangan mulai dari keterbatasan infrastruktur pendukung, aksesibilitas kawasan wisata, kapasitas sumber daya manusia pengelola wisata, hingga konsistensi dalam menjaga kelestarian lingkungan di tengah meningkatnya aktivitas wisata.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Kehutanan, World Bank, Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Lingkungan Hidup, perangkat daerah Pemkab PPU, tenaga ahli pariwisata, Ketua Ekrap PPU, serta anggota Pokdarwis Tanjung Berseri. (hms/pemkabppu)