Dulu Produk Sampingan, Kini Budidaya Rumput Laut asal PPU Diminati Daerah Lain

Advertorial, Berita80 Dilihat

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Petambak di Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini tengah menikmati manisnya hasil dari budidaya rumput laut. Komoditas yang pada awalnya hanya dipandang sebagai produk sampingan (byproduct) dari ekosistem tambak udang dan ikan bandeng tersebut, kini bertransformasi menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat pesisir di wilayah Benuo Taka.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten PPU, Andi Trasodiharto, mengungkapkan fenomena optimalisasi lahan tambak ini menunjukkan geliat ekonomi yang sangat positif di tingkat lokal. Mayoritas masyarakat yang dulunya berfokus penuh pada komoditas perikanan konvensional, saat ini mulai gencar membudidayakan rumput laut jenis Gracilaria secara meluas di area tambaknya.

“Awalnya mereka fokus berbudidaya bandeng dan udang, lalu ada produk sampingan berupa rumput laut jenis Gracilaria. Sekarang, justru makin banyak warga yang tergiur dan beralih fokus mengembangkan rumput laut ini di tambak,” katanya, Selasa (27/10/2026).

Andi menjelaskan, bahwa rumput laut yang dibudidayakan di ekosistem tambak Desa Babulu Laut ini dominan jenis Gracilaria, sementara jenis Kappaphycus alvarezii atau yang akrab disapa Kottoni lebih banyak dikembangkan di wilayah perairan laut lepas.

Keunggulan utama dari pola budidaya di lahan tambak ini terletak pada siklus panennya yang relatif cepat, teratur, dan stabil. Petambak lokal bahkan mampu memanen hasil usaha mereka hingga dua kali dalam kurun waktu satu bulan.

Tidak hanya unggul dalam hal kapasitas produksi bulanan, jangkauan pasar bagi hasil panen rumput laut dari Babulu Laut ini juga terus mengalami perluasan yang signifikan. Andi Trasodiharto mengapresiasi kemandirian serta jaringan sinergi bisnis yang telah dibangun oleh para pembudidaya lokal bersama dengan para pelaku industri di luar wilayah PPU.

“Hasil panen dari Babulu Laut saat ini penjualannya sudah menembus luar daerah PPU. Para pembudidaya kita sudah membangun sinergi perdagangan yang solid dengan mitra-mitra di Makassar hingga kawasan pulau Jawa,” jelasnya menambahkan.

Dinas Perikanan Kabupaten PPU merasa sangat optimistis bahwa keberhasilan integrasi budidaya ini akan terus meningkatkan tingkat kesejahteraan para petambak secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi PPU sebagai salah satu basis komoditas unggulan sektor perikanan dan kelautan yang sangat potensial di wilayah Kalimantan Timur. (Adv/d1)