Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) saat ini tengah memprioritaskan pembenahan serta penataan tenaga pendidik untuk mengatasi krisis kekurangan guru. Langkah penataan ini dijadikan fokus utama sebelum melangkah ke proses pengisian posisi kepala sekolah definitif di wilayah tersebut.
Sekretaris Disdikpora Kabupaten PPU, Durajat, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 22 posisi kepala sekolah untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang masih belum terisi secara definitif. Jabatan-jabatan yang kosong tersebut sementara waktu ditangani oleh Pelaksana Tugas (Plt).
“Dari total 22 sekolah yang mengalami kekosongan pimpinan, porsi terbanyak berada pada tingkat Sekolah Dasar,” kata Durajat, Senin (19/10/2026).
Durajat menegaskan, keberadaan Plt Kepala Sekolah saat ini masih dinilai mencukupi untuk menjalankan roda kepemimpinan sekolah sementara waktu. Pihaknya memilih untuk menyelesaikan persoalan redistribusi dan pemenuhan guru terlebih dahulu agar aktivitas belajar mengajar di kelas dapat berjalan optimal. Setelah penataan guru rampung dan terpenuhi dengan baik, Disdikpora baru akan memproses pengisian dan penetapan kepala sekolah definitif.
Mengenai kondisi kekurangan guru, Disdikpora PPU mencatat total kebutuhan tenaga pendidik yang harus dipenuhi mencapai 97 orang.
“Angka ini menjadi perhatian serius dinas untuk segera dicarikan solusi terbaik melalui rapat koordinasi antarlini,” sebutnya.
Untuk menutupi kekurangan 97 guru tersebut, Disdikpora telah berkoordinasi dan mengajukan usulan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Salah satu strategi yang dirumuskan adalah menginventarisasi pegawai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain yang memiliki latar belakang pendidikan formal sebagai pendidik.
“Formula pengalihan atau pendayagunaan kembali pegawai berlatar belakang guru ini masih berada dalam tahap pembahasan intensif agar kebutuhan tenaga pengajar di sekolah-sekolah PPU dapat segera teratasi,” pungkas Durajat. (Adv)


















