Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akibat asap Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) memicu penyesuaian kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah.
Seiring diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi sekolah-sekolah yang terdampak paparan asap, mekanisme penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para siswa kini tengah dievaluasi secara berkala dan serius oleh pemerintah kabupaten.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten PPU, Durajat, menyampaikan pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan Badan Gizi Nasional (BGN) guna memastikan skema terbaik penyaluran MBG selama masa PJJ. Langkah koordinasi ini dilakukan langsung bersama perwakilan BGN Kabupaten PPU.
“Jadi MBG kami sudah komunikasi dengan Pak Asransyah, perwakilan BGN Kabupaten Penajam Paser Utara tadi malam. Kami akan mengabarkan secara berkala ke perwakilan BGN wilayah Penajam, sekolah-sekolah mana yang libur atau menerapkan PJJ akibat dampak asap,” katanya, Sabtu (17/10/2026).
Durajat menjelaskan, pemantauan dan evaluasi kondisi di lapangan akan berlangsung dalam dua hingga tiga hari ke depan. Disdikpora PPU berkomitmen memberikan pembaruan data secara real-time mengenai sekolah yang beralih ke pembelajaran daring, mengingat tidak seluruh wilayah di PPU mendapatkan cakupan layanan MBG.
Terkait keberlanjutan distribusi makanan bergizi bagi para siswa yang harus belajar dari rumah, Disdikpora menyerahkan sepenuhnya keputusan operasional kepada pihak Satuan Pelayanan Bergizi (SPBG).
“Kalau ada sekolah-sekolah yang kebetulan berdampak asap kemudian menerapkan PJJ atau pembelajaran jarak jauh, maka layanan MBG-nya silakan pihak SPBG yang mengatur. Apakah mereka mengambil kebijakan untuk meniadakan sementara layanan MBG untuk sekolah-sekolah tersebut atau ada skema lain, itu merupakan kebijakan penuh dari mereka,” jelasnya.
Dengan adanya komunikasi rutin antara Disdikpora PPU dan BGN, diharapkan pelaksanaan PJJ akibat bencana kabut asap dapat berjalan efektif tanpa membingungkan pihak pengelola program gizi di daerah. (Adv)


















