Disbudpar PPU dan LAP Siapkan Penghargaan Tokoh Budaya pada Festival Nondoi 2026

Advertorial, Berita, Daerah1580 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama Lembaga Adat Paser (LAP) tengah mematangkan rencana pemberian penghargaan bagi para tokoh lokal dalam gelaran Festival Nondoi mendatang.

Bentuk apresiasi ini disiapkan sebagai bentuk penghormatan tinggi kepada individu yang dinilai memiliki kontribusi besar serta kepedulian nyata dalam menjaga eksistensi kebudayaan daerah, khususnya adat budaya Paser di Kabupaten PPU.

banner 336x280

Pamong Budaya Ahli Muda Disbudpar PPU, Budi Setyo, menjelaskan gambaran awal mengenai agenda tersebut telah dibahas dalam rapat koordinasi bersama pengurus LAP dan calon pihak penyelenggara acara.

“Meski demikian, penentuan nama-nama personel penerima penghargaan secara mendetail masih akan dibahas lebih mendalam di tingkat internal LAP,” katanya, Rabu (21/10/2026).

Penghargaan tersebut secara khusus ditujukan bagi figur yang secara konsisten berperan aktif dalam pengembangan, pelestarian, maupun revitalisasi budaya Paser.

Budi menegaskan bahwa penerima piagam penghargaan ini diharapkan senantiasa berganti pada setiap periode penyelenggaraan. Walaupun seorang tokoh memiliki banyak keahlian atau talenta, kesempatan harus tetap diberikan kepada figur lain

“Hal ini diambil guna memberikan motivasi serta memperluas keterlibatan masyarakat luas sebagai pelestari warisan tradisi,” jelasnya.

Dalam proses penentuannya, Budi menggarisbawahi pentingnya pemenuhan syarat teknis yang ketat. Dari kacamata pemerintah, calon penerima harus memenuhi kriteria obyektif, mulai dari batasan usia hingga rekam jejak dan riwayat kontribusi yang terbukti. Seseorang tidak bisa dipilih secara spontan tanpa adanya bukti nyata atas kiprah kebudayaannya.

Baca Juga :  Kebijakan Tegas, Menginap Diluar Daerah, SPPD Terancam Tidak Diproses

Adapun penghargaan yang diberikan adalah berupa piagam apresiasi sebagai tokoh budaya dan tidak mencakup pemberian gelar adat tertentu. Melalui sinergi erat antara Disbudpar PPU dan LAP, Festival Nondoi diharapkan mampu menjadi panggung kehormatan bagi para pegiat budaya yang berdedikasi menjaga identitas Paser di Benuo Taka.

“Untuk gelaran Festival Nondoi November nanti,” tutup Budi. (Adv)

banner 336x280