Dinas Perikanan PPU Lirik Potensi Pesisir Tanjung Tengah

Advertorial, Berita13 Dilihat

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersiap menyapu bersih berbagai peluang pengembangan sektor kelautan dan perikanan pada 2027 mendatang. Tidak hanya berfokus pada hasil tangkapan atau budidaya, Pemkab kini melirik potensi besar produksi garam lokal hingga pembenahan sistem rantai dingin dari hulu ke hilir.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten PPU, Andi Trasodiharto, mengungkapkan dinasnya tengah mengusulkan program prioritas secara menyeluruh ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Usulan ini mencakup seluruh kelompok masyarakat pesisir, mulai dari nelayan, pembudidaya, pengolah, hingga pengusaha pemasaran.

Salah satu lini Usaha Kelautan yang dinilai memiliki prospek cerah namun belum tergarap optimal adalah produksi garam.

Menurut Andi, kawasan pesisir PPU memiliki pasokan air laut yang melimpah dan sangat potensial diolah menjadi garam berkualitas tinggi. Dari seluruh garis pantai, Tanjung Tengah digadang-gadang sebagai titik paling strategis.

“Potensinya terutama di wilayah pesisir. Semua air laut itu pada dasarnya bisa dijadikan garam. Namun yang paling bagus menurut saya adalah di Tanjung Tengah, karena lokasinya menjorok dan tidak terlalu dalam, sehingga kita bisa mendapatkan sumber air laut yang sangat bagus,” ujar Andi, Selasa (27/10/2026).

Kualitas air di kawasan Tanjung Tengah ini bahkan sudah teruji secara teknis. Di wilayah tersebut telah berdiri Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Benih Udang (BBU) milik Pemerintah Provinsi, yang juga mengandalkan pasokan air laut setempat untuk operasionalnya.

Untuk menopang ambisi besar ini, Dinas Perikanan PPU menekankan pentingnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM). Kendati masyarakat pesisir sebelumnya pernah menerima berbagai pembekalan, Andi menilai perlunya pendekatan dan metode pelatihan baru yang lebih efektif dan aplikatif.

“Pelatihan-pelatihan sebenarnya sudah pernah dilakukan. Tetapi kalau pelatihannya sudah lama dan jarang dipraktikkan, banyak warga yang lupa. Maka dari itu, SDM kita harus terus dikemas dan disegarkan kembali melalui pelatihan yang mudah dipahami serta langsung bisa dipraktikkan,” tambahnya.

Melalui sinergi antara usulan infrastruktur ke KKP dan peningkatan kapasitas SDM lokal, Pemkab PPU optimistis sektor perikanan dan olahan turunannya mampu menjadi tulang punggung ekonomi baru bagi masyarakat pesisir di masa depan. (Adv/d1)