Dinas Perikanan PPU Dorong Penyediaan Air Bersih Ber-pH Ideal Demi Efisiensi Biaya Budidaya

Advertorial, Berita767 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Ketersediaan pasokan air bersih yang memenuhi standar kualitas menjadi salah satu faktor penentu paling utama bagi keberhasilan usaha budidaya ikan air tawar di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kualitas air yang sudah sesuai sejak awal dinilai mampu menekan biaya operasional produksi para pembudidaya secara signifikan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten PPU, Andi Trasodiharto, menyatakan pentingnya menemukan titik-titik sumber air yang langsung siap pakai tanpa perlu melalui proses perlakuan khusus.

banner 336x280

Menurutnya, parameter utama yang wajib dipenuhi untuk menunjang kehidupan komoditas ikan air tawar adalah tingkat keasaman atau pH air yang berada pada rentang ideal.

“Kalau kita berbudidaya ikan air tawar, yang paling dibutuhkan adalah air bersih dan berkesesuaian dengan pH antara 6 sampai 7. Karena hidupnya ikan itu ada di sana,” kata Andi Trasodiharto, Senin (26/10/2026).

Ia menambahkan, ketika kondisi air di suatu lokasi tidak berada pada kisaran pH ideal tersebut, para pembudidaya terpaksa harus melakukan rekayasa atau perlakuan kimiawi tambahan terhadap kualitas air. Proses penetralan pH air secara manual ini dipastikan akan berimbas langsung pada pembengkakan anggaran operasional usaha.

“Bagaimana ketika air itu tidak bisa mendapatkan pH 6 sampai 7. Nah, kita melakukan perlakuan. Kalau dengan perlakuan kan tambah cost lagi,” tuturnya.

Oleh sebab itu, pemetaan dan penyediaan titik sumber air yang stabil serta memenuhi syarat pH secara alami menjadi langkah krusial agar aktivitas perikanan tawar dapat berjalan jauh lebih hemat biaya dan efisien.

Baca Juga :  Cair Bertahap, TPP ASN PPU Aman

Selain menyoroti efisiensi pasokan air, Andi juga mendorong penerapan konsep budidaya yang berkelanjutan melalui pemanfaatan kembali sisa pembuangan air kolam. Limbah air dari hasil budidaya ikan tawar sebenarnya kaya akan nutrisi, sehingga sangat berpotensi diolah kembali menjadi pupuk organik cair yang berguna bagi tanaman pertanian.

“Sektor perikanan tidak hanya mampu menghemat biaya operasional air, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perkembangan sektor pertanian organik di sekitarnya,” pungkasnya. (Adv)

banner 336x280