Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Perikanan terus berupaya membangkitkan dan memaksimalkan potensi produksi garam lokal daerah.
Kendati pengolahan garam dan teknologi penyulingan air laut sempat menunjukkan hasil positif pada masa uji coba, keberlanjutan program ini memerlukan komitmen pengorganisasian petambak yang jauh lebih terstruktur di tingkat lapangan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten PPU, Andi Trasodiharto, mengatakan inovasi pengolahan garam serta teknologi penyulingan air laut menjadi air tawar sebenarnya bukan hal baru di wilayah PPU.
Pihaknya telah sukses menjalankan lahan percontohan demonstration plot (demplot) bekerja sama dengan Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), bahkan sempat memamerkannya dalam ajang Pekan Daerah (PEDA) Pertanian di Kabupaten Berau beberapa waktu lalu.
“Bahkan sudah pernah kita praktikkan dan kita bawa ke pameran PEDA Pertanian di Berau saat itu, dan hasilnya sangat bagus. Namun persoalannya, kegiatan tersebut kemarin tidak berlanjut dan baru sebatas demplot yang seharusnya bisa kita kembangkan lebih luas lagi,” ucap Andi, Senin (19/10/2026).
Guna mengatasi hambatan keberlanjutan tersebut, Dinas Perikanan PPU kini telah menyiapkan langkah strategis penataan kelembagaan petambak. Selain memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) serta pelatihan keterampilan pengolahan air laut, legalitas kelembagaan menjadi syarat utama agar intervensi bantuan pemerintah dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan berpayung hukum.
Menurut Andi, kunci keberhasilan pengembangan produksi garam daerah terletak pada pembentukan wadah resmi petambak garam, atau yang dikenal dengan sebutan PUGAR (Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat). Melalui kelompok ini, para petambak lokal nantinya bisa mengakses berbagai fasilitasi, pendampingan teknis, serta bantuan sarana dan prasarana produksi dari pemerintah.
“Kami harus mengawal pembentukan kelompok khusus ini, yaitu kelompok Usaha Garam atau Pugar. Setelah demplot ini berjalan dan masyarakat membentuk kelompok resmi, baru kita bisa berikan support bantuan secara penuh,” tegasnya.
Sektor pergaraman rakyat ini juga sejalan dengan agenda prioritas kedaulatan pangan nasional. Oleh sebab itu, Dinas Perikanan PPU bergerak cepat memanfaatkan peluang pendanaan dari pemerintah pusat.
Andi menyampaikan, pihaknya tengah mengusulkan proposal alokasi bantuan pengembangan garam rakyat tersebut langsung kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun anggaran ini.
“Ini diharapkan mampu membawa sektor pengolahan garam lokal di Penajam Paser Utara naik kelas dari sekadar demplot uji coba menjadi komoditas ekonomi yang berkelanjutan dan menyejahterakan masyarakat pesisir,” pungkas Andi. (Adv)













