Cegah Karhutla, Bupati PPU Ajak Warga Jangan Bakar Lahan

Berita, Daerah, Nusantara10 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PPU – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi musim kemarau. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan serta bersama-sama menjaga lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Mudyat saat menghadiri Apel Gelar Pasukan Tiga Pilar dalam rangka Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 yang dirangkai Shalat Istisqa berjamaah di halaman Mapolres PPU, Selasa, (1/9/2026).

banner 336x280

“Apel ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dan komitmen kita bersama dalam mencegah serta menghadapi potensi karhutla di Kabupaten PPU,” kata Mudyat.

Lebih lanjut Mudyat Noor menyampaikan,  bahwa karhutla bukan hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan, aktivitas masyarakat hingga perekonomian. Karena itu, pencegahan dan deteksi dini harus menjadi perhatian seluruh pihak.

Mudyat mengajak seluruh unsur Tiga Pilar yang terdiri dari Pemerintah Daerah, TNI dan Polri untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi hingga tingkat kecamatan, kelurahan dan desa.

“Apabila ditemukan adanya titik api atau potensi karhutla, agar segera dilaporkan dan ditindaklanjuti,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla menjaga kesiapan personel, sarana dan prasarana sehingga dapat bergerak cepat apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Mudyat menegaskan, menjaga lingkungan dan mencegah karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, TNI dan Polri, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.

Baca Juga :  Aliansi Paser Bersatu Tolak Program Transmigrasi

“Pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat. Aparat membutuhkan kepedulian masyarakat dan masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah serta aparat di tengah-tengah mereka. Mari kita bangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga kehidupan,” ujarnya.

Selain ikhtiar melalui kesiapsiagaan, Mudyat menyebut pelaksanaan Shalat Istisqa menjadi ikhtiar batin untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan dan Kabupaten PPU dijauhkan dari berbagai bencana dan musibah.

“Kita juga berdoa agar seluruh masyarakat diberikan kesehatan, keselamatan, ketenteraman dan keberkahan, serta seluruh personel yang bertugas senantiasa diberikan kekuatan dan keselamatan dalam menjalankan pengabdian,” katanya.

Momentum Intropeksi Diri

Sementara itu, pada bagian akhir kegiatan, Ketua MUI Kabupaten PPU, H. Abu Hasan Mubarak, dalam tausiahnya mengajak seluruh jamaah menjadikan momentum musim kemarau dan pelaksanaan Shalat Istisqa sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ia mengingatkan bahwa peristiwa kemarau, kekurangan air dan berbagai musibah juga pernah terjadi pada masa nabi-nabi terdahulu. Salah satunya tergambar dalam kisah Nabi Nuh AS yang disebutkan dalam Surah Nuh.

“Yang harus senantiasa kita lakukan adalah memperbanyak doa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Peristiwa kemarau, kurangnya air dan juga musibah yang lainnya sudah terjadi pada masa nabi-nabi terdahulu,” tuturnya.

Abu Hasan menjelaskan, dalam kisah Nabi Nuh AS, sang nabi mengajak kaumnya untuk kembali kepada Allah SWT dan memohon ampun. Namun, sebagian besar kaumnya justru menolak seruan tersebut.

Baca Juga :  Lepas Ketergantungan, PPU Mantapkan Langkah Bangun Jaringan Sendiri

Menurutnya, Shalat Istisqa hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai permohonan agar hujan turun, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi, memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah SWT.

“Marilah kita jadikan momentum musim kemarau ini dengan Shalat Istisqa sebagai sarana untuk kembali kepada Allah, memperbaiki diri, meningkatkan kualitas takwa, beribadah kepada-Nya, berdoa dengan penuh ketundukan dan kerendahan hati,” ajaknya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar doa disertai dengan ikhtiar nyata, di antaranya hidup hemat, bijak menggunakan air, menjaga lingkungan dan menjaga kesehatan.

“Senang hati kita kembali kepada Allah, meningkatkan ibadah kepada-Nya, memperbanyak doa dan istighfar, serta senantiasa hidup hemat, bijak, menjaga lingkungan dan menjaga kesehatan,” pungkasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, Dandim 0913 PPU Letkol Inf. Fandy Satria Dwi Wahyuono, Kepala Kejaksaan Negeri PPU Harwanto dan sejumlah pejabat terkait. Apel diikuti personel gabungan TNI-Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satpol PP, Dinas Pertanian, para camat serta unsur terkait lainnya. (hms6/pemkabppu)

banner 336x280