Bupati PPU Responsif Tanggapi Keluhan Akses Jalan Petani

Advertorial, Berita509 Dilihat

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Komitmen tinggi untuk menjawab serta menyelesaikan berbagai keluhan masyarakat terkait fasilitas sarana dan prasarana publik, terutama akses jalan yang krusial bagi para petani di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Kerusakan infrastruktur jalan pertanian sering kali menjadi kendala utama dalam mobilitas harian serta proses distribusi hasil panen menuju pasar.

Menanggapi keluhan yang datang dari petani, Bupati PPU, Mudyat Noor, menegaskan jajaran teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU selama ini selalu bersikap sigap dan bertindak cepat setiap kali menerima laporan kerusakan dari warga di lapangan.

“Terkait keluhan jalan itu, kita memang terus berupaya menindaklanjutinya. Selama ini kawan-kawan dari PUPR PPU cukup tanggap dan sangat cepat merespons dalam rangka perbaikan, selama laporan resmi atau informasi dari masyarakat itu masuk kepada kami,” ucapnya, Jumat (23/10/2026).

Lebih lanjut, Mudyat menjelaskan, kunci utama penanganan persoalan infrastruktur sektor pertanian berada pada kekuatan sinergitas antarlini.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa berjalan sendirian tanpa adanya dukungan serta laporan aktif dari masyarakat pengguna fasilitas tersebut di tingkat tapak.

“Memang kolaborasi dan sinergitas antara masyarakat pengguna sektor pertanian dengan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat ini yang perlu terus kita terapkan. Dengan kerja sama yang solid ini, persoalan para petani bisa kita selesaikan secara bersama-sama,” tambahnya.

Mudyat berharap pola komunikasi dua arah antara warga dan pemerintah daerah terus terjaga dengan baik, sehingga setiap permasalahan infrastruktur jalan dapat segera ditangani tanpa mengganggu produktivitas dan kelancaran perekonomian masyarakat Benuo Taka secara menyeluruh.

“Tentunya dengan tanggapnya menghadapi permasalahan infrastruktur, bukan tidak mungkin produktifitas hasil pertanian bisa menambah perekonomian para petani,” pungkasnya. (Adv)