Bupati PPU Mudyat Noor Dorong Aksi Nyata Digitalisasi Pendidikan

banner 468x60

KACAMATANEGERI.COM, TANGERANG – Ambisi pemerintah pusat untuk merevitalisasi satuan pendidikan dan mendigitalisasi pembelajaran pada tahun 2026 disambut dengan komitmen tegas dari Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Namun, Bupati PPU, Mudyat Noor, memperingatkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada transformasi total di lapangan, bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Ia menyebut, pentingnya menjadikan wilayahnya sebagai garda terdepan dalam mewujudkan agenda strategis nasional tersebut.

banner 336x280

Di hadapan para pemangku kebijakan seperti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dan Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, Mudyat Noor menegaskan perlunya aksi nyata program pusat di tingkat daerah.

“Revitalisasi pendidikan adalah paradigma perubahan total. Ini bukan sekadar perbaikan fisik gedung sekolah, bukan sekadar bangunan, tapi pembaruan total yang mencakup metode, media, dan kompetensi guru,” katanya, usai Rakor Kepala Daerah yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di ICE BSD City, Tangerang, Kamis (13/11/2025).

Mudyat menyoroti, revitalisasi dan digitalisasi menjadi arah perubahan krusial di era modern. Komitmen yang dibubuhkannya usai Rakor tersebut memperkuat posisi pendidikan sebagai program prioritas PPU, memastikan sarana dan prasarana pendidikan dapat menyesuaikan perkembangan zaman.

Rakor dengan tema “Sinergi Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” ini sangat krusial sebagai platform untuk memetakan kondisi spesifik di lapangan. Dengan tantangan dan kebutuhan yang berbeda antarwilayah

Baca Juga :  Inovasi Pembudidaya, Kelompok Perikanan PPU Buat Pakan Mandiri

Katanya, sinergi antara pusat dan daerah adalah kunci agar program dapat terimplementasi dengan tepat sasaran, terutama dalam hal pemerataan akses digital dan penguatan kompetensi tenaga pendidik.

“Program revitalisasi ini memperkuat komitmen dan sinergi dalam memajukan dunia pendidikan, tidak hanya bagi Kabupaten PPU, tetapi juga seluruh daerah di Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti mengakui bahwa dukungan dan masukan dari kepala daerah, seperti yang disampaikan Mudyat Noor, adalah faktor kunci sukses implementasi di lapangan. Mu’ti menjelaskan,

“Tujuan Rakor adalah menyamakan persepsi untuk memastikan kelancaran program tahun 2026 yang fokus ganda, yakni pembangunan fisik dan peningkatan kualitas pembelajaran,” ujarnya. (Adv)

banner 336x280