Bupati PPU Minta Media Tanam Dipersiapkan dengan Baik dalam Gerakan Tanam Padi Berbasis Teknologi Modern

Berita, Daerah, Nusantara95 Dilihat

Kacamatanegeri.com, PPU – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor menghadiri Gerakan Tanam Padi melalui Program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM AAS) bersama Kelompok Tani Sidodadi dan Sido Muncul di Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan tersebut juga dihadiri Direktur Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI selaku Penjabat Swasembada Pangan Nasional Berkelanjutan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Liferdi Lukman, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Ahmad Subhan, Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, jajaran Pemkab PPU, BWS, penyuluh pertanian, serta kelompok tani.

Mudyat Noor menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Gerakan Tanam Padi PM AAS di Kabupaten PPU.

Menurut Mudyat, penerapan pertanian modern menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas padi di PPU. Terlebih, sebagian lahan pertanian di daerah tersebut memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi sehingga membutuhkan pengolahan tanah dan pemenuhan nutrisi yang tepat.

“Yang paling penting adalah bagaimana media tanam ini dipersiapkan dengan baik. Kalau tanahnya memiliki nutrisi yang cukup, didukung bibit unggul dan irigasi, produksi padi tentu bisa meningkat,” jelasnya.

Ia menegaskan, peningkatan produksi tidak hanya bergantung pada ketersediaan irigasi, tetapi juga pengolahan lahan, penggunaan pupuk yang tepat, bibit unggul, serta pendampingan kepada petani.

Mudyat juga mendorong para penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk lebih aktif memberikan edukasi kepada petani mengenai pengolahan lahan dan penerapan teknologi pertanian modern.

Dari sekitar 7.125 hektare sasaran program PM AAS di Kaltim, sekitar 3.500 hektare berada di Kabupaten PPU. Karena itu, Mudyat berharap program tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan produksi sekaligus kesejahteraan petani.

“Pertanian jangan hanya dipandang sebagai kegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dengan peningkatan produksi, pertanian bisa menjadi sumber penghasilan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan menarik minat generasi muda,” ungkap Mudyat. (hms6/pemkabppu)