Bupati PPU Bertemu Pertamina Bahas Pemanfaatan Embung dan Green Belt

Berita, Daerah17 Dilihat

Kacamatanegeri.ccom, BALIKPAPAN – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, melakukan audiensi bersama PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) bahas pemanfaatan embung atau kolam retensi di lahan milik Pertamina yang berada di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam.

Berlangsung di New Site Office (NSO) PT KPB, Ruang Meeting Cilacap Lantai 3, Balikpapan, Senin (26/1/2026). Mudyat Noor menyampaikan bahwa Kabupaten PPU memiliki potensi besar dari sisi geografis dan ekologis. Terlebih, dengan ditetapkannya sebagian wilayah PPU sebagai bagian dari Ibu Kota Nusantara (IKN), posisi Kabupaten PPU semakin strategis sebagai daerah penyangga utama pembangunan nasional.

“Peran ini menuntut kita tidak hanya sebagai pendukung, tetapi juga sebagai aktor penting dalam memastikan pembangunan yang berkelanjutan, seimbang antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan,” beber Mudyat Noor.

Ia menilai, kondisi tersebut menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Peluang berupa terbukanya kerja sama dengan pemerintah pusat, BUMN, maupun pihak swasta dalam mengoptimalkan sumber daya yang ada. Sementara tantangannya adalah bagaimana mengelola potensi tersebut secara bijak dan sesuai dengan prinsip tata kelola lingkungan yang baik.

Dua isu strategis dibeberkan Mudyat. Pertama, pemanfaatan embung/kolam retensi di lahan Pertamina seluas ±17 hektare dengan kapasitas tampung mencapai 117.600 meter kubik. Embung ini dinilai penting sebagai sarana penampungan air, pengendali banjir, penyedia air baku, serta cadangan air untuk mitigasi kebakaran, sekaligus mendukung kesiapan infrastruktur dasar IKN.

Isu kedua adalah usulan penanganan green belt pada jalur pipa Pertamina yang berada di Kelurahan Nenang dan Kelurahan Penajam. Green belt tersebut berfungsi untuk menjaga keamanan jalur pipa, meningkatkan kualitas ekosistem, serta memberikan manfaat sosial dan ekologis bagi masyarakat sekitar.

“Dengan penanganan yang terencana, kawasan green belt ini dapat menjadi ruang hijau yang ramah lingkungan, memperkuat konservasi, sekaligus menambah nilai estetika dan kenyamanan publik,” jelasnya.

Menurutnya, pemanfaatan embung dan penanganan green belt tidak hanya sebatas proyek fisik, tetapi juga dapat menjadi model kolaborasi berkelanjutan.

“Harapan saya, kerja sama ini mencerminkan komitmen kita terhadap pembangunan yang inklusif, berwawasan lingkungan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Adapun hasil yang diharapkan dari audiensi tersebut antara lain terwujudnya sinergi nyata antara Pemkab PPU dan Pertamina dalam pengelolaan embung dan green belt, tersusunnya skema pemanfaatan bersama yang transparan dan berkelanjutan, serta adanya komitmen jangka panjang terhadap perlindungan lingkungan dalam pembangunan Kabupaten PPU.

Audiensi ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, Ketua DPRD PPU Raup Muin, Direktur PDAM Danum Taka PPU Abdul Rasyid, Legal & Relation PT KPB PV Asep Sulaeman, Pjs VP HSSE PT KPB Simon Siregar, Pjs Manager Communication & Stakeholder Relations PT KPB, Haris Yanuanza, Area Manager Comm, Rel & CSR PT KPI RU V, Dodi Yapsenang, Pjs Area Manager Asset Operation PT KPI RU V, Dedy Teguh Permadi serta jajaran pejabat Pemkab PPU terkait. (Hms6/PemkabPPU)