BI Balikpapan Galakkan DIGDAYA 2026, Upaya Melawan Transformasi Digital UMKM

Berita, Daerah1907 Dilihat

Kacamatanegeri.com, BALIKPAPAN– Program pengembangan dan pemberdayaan UMKM agar mampu naik kelas  ditengah transformasi digital terus ditunjukkan Bank Indonesia.

Di Kalimantan Timur, khususnya  Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan yang secara konsisten dan berkesinambungan mendorong langkah strategis ini melalui Workshop Onboarding Digitalisasi untuk Peningkatan Daya Saing (DIGDAYA) UMKM 2026 yang berlangsung 20-22 Mei 2026 di KPwBI Balikpapan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi mengatakan, program DIGDAYA menjadi bagian skema komitmen BI mengakomodasi UMKM menghadapi tantangan perkembangan transformasi digital.

“Melalui program ini, KPwBI Balikpapan ingin mendorong pelaku UMKM untuk mampu mengoptimalkan pemanfaatan platform digital dalam menjalankan usahanya, mulai dari pemasaran, transaksi pembayaran digital, penguatan branding, hingga perluasan akses pasar digital,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan program ini dilaksanakan akibat terbatasnya kemampuan dalam pemasaran online, kualitas konten yang cenderung bersifat umum dan sederhana, hingga berkembangnya pemanfaatan data atau teknologi melalui pemanfaatan artificial intelligence yang umumnya belum terakses dan dipahami pelaku UMKM.

“Untuk itulah penguatan kapasitas digital menjadi penting, agar usaha UMKM memiliki kemampuan beradaptasi dan tumbuh secara berkelanjutan melalui diversifikasi kanal, penguatan branding, serta peningkatan efisiensi usaha, serta perluasan akses pasar,”paparnya.

Pelaksanaan program DIGDAYA 2026 diawali dengan proses penjaringan dan kurasi peserta secara selektif, bekerja sama dengan stakeholder diantaranya Otoritas Ibukota Nusantara (OIKN), Pemerintah Kota Balikpapan, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Paser, serta sejumlah korporasi besar yang membina UMKM, serta perbankan.

Sebanyak 160 calon peserta UMKM terlibat mengikuti tahapan seleksi dan kurasi awal untuk memperoleh kesempatan mengikuti program pengembangan UMKM di Balikpapan, PPU, dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dari keseluruhan peserta yang mengikuti proses kurasi, terpilih 44 UMKM yang dinilai memiliki potensi yang besar untuk maju dan berkembang, memiliki komitmen yang kuat, memiliki kesiapan usaha untuk berkembang, dan memiliki potensi prospek dan pengembangan untuk mengikuti program.

Peserta yang lolos berasal dari berbagai sektor usaha, mulai dari makanan dan minuman olahan, fesyen, hingga produk kerajinan.

Selama tiga hari pelaksanaan program, peserta memperoleh berbagai materi penguatan kapasitas usaha yang disampaikan narasumber praktisi dan pendamping profesional di bidang pengembangan digitalisasi UMKM.

Materi yang diberikan mencakup aktivasi dan optimalisasi media sosial untuk bisnis, pengelolaan toko online di marketplace nasional, strategi sukses penjualan di marketplace, pengembangan usaha (business scale up), pemanfaatan program afiliasi, strategi penjualan melalui live selling, pemanfaatan teknologi AI untuk mendukung proses bisnis, penguatan aspek legalitas usaha, hingga optimalisasi website untuk mendukung pertumbuhan bisnis UMKM.

Sebagai bentuk keberlanjutan program kegiatan akan dilanjutkan dengan tahapan pendampingan intensif pada periode Mei-Juni 2026 melalui online meeting dan one-on-one coaching session. Pendampingan tersebut bertujuan membantu peserta mengatasi tantangan spesifik yang dihadapi masing-masing usaha selama proses implementasi digitalisasi.

Selanjutnya, pada periode Juli-Oktober 2026, KPwBI Balikpapan bersama mitra pendamping akan melaksanakan monitoring berkala melalui monthly meeting, untuk mendukung perkembangan usaha, mengevaluasi implementasi materi onboarding, serta memastikan transformasi digital UMKM.

Ke depan, KPwBI Balikpapan akan terus memperkuat sinergi dan inovasi program pengembangan UMKM bersama stakeholder dan mitra terkait, sebagai bagian dari upaya untuk mendukung penguatan kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, inklusi dan berkelanjutan, termasuk dengan memanfaatkan momentum berkembangnya digitalisasi ekonomi daerah. (*/loh)