Berita Duka, Mantan Wabup PPU Mustaqim Meninggal Dunia, Pemkab Sampaikan Belasungkawa

Berita, Daerah, Nusantara11 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PPU – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Wakil Bupati PPU periode 2009- 2013 dan 2013- 2018, Mustaqim MZ, Selasa (15/9/2026).

Mudyat Noor turut hadir di rumah duka di Desa Girimukti, Kecamatan Penajam sekaligus mengantar jenazah almarhum hingga ke pemakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Km 4 Nenang, Penajam.

banner 336x280

Kehadiran Bupati menjadi bentuk penghormatan sekaligus penghargaan pemerintah daerah atas jasa dan pengabdian almarhum selama menjalankan tugas sebagai Wakil Bupati PPU.

“Atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Kabupaten PPU, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak Mustaqim MZ. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata Mudyat Noor.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati PPU didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) PPU Tohar serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab PPU.

Sementara itu, Sekda PPU Tohar dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian almarhum Mustaqim MZ bagi Kabupaten PPU.

“Atas nama pimpinan dan Pemerintah Daerah Kabupaten PPU, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengabdian beliau bagi daerah yang kita cintai,” ujar Tohar.

Menurutnya, selama berada dalam kepemimpinan pemerintahan daerah, almarhum telah memberikan warna tersendiri dalam dinamika, perjalanan, serta perkembangan Kabupaten PPU.

Tohar juga mengajak seluruh pihak untuk mengenang almarhum dari sisi-sisi kebaikan dan jasa yang telah diberikan semasa hidup.

Baca Juga :  Menunggu RPJPD Definitif, Pemkab Siapkan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah

Menurutnya, setiap manusia tentu memiliki kekurangan dan kesalahan, namun sisi positif dan kebaikan seseorang hendaknya menjadi kenangan yang terus dijaga.

“Betapapun hebatnya dan luar biasanya kita, tentu ada sisi-sisi kekurangan. Mari sisi yang kurang baik kita pendam dalam-dalam. Sementara sisi positifnya mari kita ungkap dan kita junjung tinggi agar menjadi cerita kebaikan untuk almarhum,” tuturnya.

Ia berharap segala kebaikan yang telah dilakukan almarhum selama hidup menjadi amal yang terus mengalir dan mendapat balasan dari Allah SWT.

Selain sebagai bentuk penghormatan terakhir, Tohar menyebut momentum takziah juga menjadi bahan renungan bagi seluruh masyarakat yang hadir. Kematian, menurutnya, merupakan pengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan menghadapi hal yang sama.

“Kami berharap mudah-mudahan hikmah dari kita bertakziah mampu melembutkan hati dan rasa kita. Pada akhirnya kita juga akan seperti beliau,” katanya. (hms6/pemkabppu)

banner 336x280