Berdayakan Sepatu Lokal dalam Kolaborasi Program KPC dan UMKM

banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskukmperindag) Penajam Paser Utara (PPU) tengah mematangkan wacana integrasikan program Kartu Penajam Cerdas (KPC) dengan pemberdayaan UMKM lokal.

Melalui rencana sinkronisasi ini, para siswa baru penerima bantuan KPC yang nilainya sebesar Rp600 ribu diarahkan untuk menggunakan sepatu buatan para perajin lokal dari Kecamatan Babulu.

banner 336x280

Sekretaris Diskukmperindag PPU, Syamsul Adha, mengatakan wacana ini lahir sebagai tindak lanjut atas instruksi Bupati terkait optimalisasi dan pemanfaatan produk-produk lokal buatan daerah. Berangkat dari dasar itu mencoba mensinkronkan dengan program KPC dan melakukan pembahasan bersama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora).

“Kita mau mensinkronkan kegiatan Kartu Penajam Cerdas dengan pemanfaatan produk lokal. Peruntukan KPC salah satunya untuk membeli kelengkapan seragam siswa baru seperti sepatu, tas, dan baju. Dalam konteks ini, kita bekerja sama agar nantinya siswa baru diarahkan mengambil produk sepatu lokal,” kata Syamsul, Selasa (20/10/2026).

Menurut Syamsul, para perajin yang disiapkan untuk memproduksi sepatu tersebut merupakan warga lokal dari sejumlah desa di Kecamatan Babulu, seperti Desa Sumbersari, Sebakung Jaya, Gunung Intan, hingga Babulu Laut. Kesemuanya merupakan masyarakat yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan pembuatan sepatu dalam rangka program penanggulangan kemiskinan selama beberapa tahun terakhir.

Saat ini, pihak Diskukmperindag sedang menyusun regulasi serta menyiapkan pengajuan desain, model, dan merek sepatu yang akan diproduksi. Jika rancangan dan skema regulasi ini disetujui, potensi pasarnya terbilang sangat besar. Tercatat ada sekira 5.885 siswa penerima manfaat KPC yang berpotensi menjadi sasaran utama program ini.

Baca Juga :  KUKM Perindag PPU Gelar Operasi Pasar Sembako Selama Ramadan 2025

“Tahap awal produk lokalnya fokus di sepatu dulu. Nanti desain dan mereknya akan kami ajukan untuk disetujui. KPC sekarang ini sudah berjalan, jadi targetnya tahun ajaran baru 2027 nanti,” tambah Syamsul.

Melalui sinkronisasi antara program sosial pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat ini, Pemkab PPU berharap kualitas sepatu buatan warga Babulu dapat terus meningkat sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Bersama-sama kita bikin regulasinya dulu supaya membeli produk lokal (sepatu) untuk KPC, jadi enggak beli di luar,” pungkas Syamsul. (Adv)

banner 336x280