Berantas Impor Ikan Luar Daerah, Dinas Perikanan PPU Dorong Budidaya Modern

Advertorial, Berita974 Dilihat

Kacamatanegeri.com, PENAJAM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Perikanan berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan potensi perikanan darat di wilayahnya. Langkah ini diambil guna menghentikan ketergantungan pasokan ikan air tawar dari luar daerah sekaligus membakar semangat wirausaha muda di tingkat desa dan kelurahan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten PPU, Andi Trasodiharto, mengungkapkan keprihatinannya terhadap pemenuhan konsumsi ikan lokal yang selama ini masih harus mendatangkan pasokan dari luar Penajam. Padahal, Kabupaten PPU memiliki potensi wilayah dan ketersediaan lahan yang sangat memadai.

“Masa sih daerah kita yang punya potensi ruang cukup di Penajam ini harus terus mendatangkan ikan dari luar, padahal kita sendiri punya potensi besar yang bisa dikembangkan,” ucap Andi, Jumat (23/10/2026).

Untuk menanggulangi hal tersebut, Dinas Perikanan PPU mendorong penerapan teknologi budidaya modern, yaitu sistem Biofloc dan Recirculating Aquaculture System (RAS). Program budidaya ini tidak hanya menyasar sektor pendidikan melalui sekolah-sekolah, tetapi juga mengajak seluruh desa dan kelurahan yang masih memiliki lahan produktif untuk mengajukan usulan bantuan.

Menurut Andi, pihak desa maupun kelurahan dapat mengajukan proposal program sistem Bioflok dan RAS langsung ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Di tingkat lokal, program ini direncanakan akan bergandengan tangan dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan dukungan nyata pada program pemenuhan gizi masyarakat serta menjadi peluang bisnis baru yang menjanjikan bagi generasi muda.

“Ketika potensi ini dikelola dengan baik dan rapi, budidaya ikan bisa menjadi wadah produktif bagi anak-anak muda di desa. Waktu mereka tidak lagi terbuang sia-sia untuk kegiatan tanpa arah, melainkan betul-betul dikelola menjadi kegiatan ekonomi yang bernilai,” tegasnya.

Guna memastikan keberhasilan program di lapangan, Dinas Perikanan PPU telah menyiapkan tim pendamping khusus yang terdiri dari para penyuluh lapangan yang berkolaborasi dengan Bidang Budidaya dan Lingkungan. Selain itu, balai benih milik daerah juga disiapkan secara maksimal untuk menjamin ketersediaan bibit ikan berkualitas tinggi, seperti ikan nila dan ikan lele yang saat ini memiliki permintaan sangat tinggi di pasaran.

Melalui integrasi teknologi budidaya, pemberdayaan pemuda, dan dukungan pembenihan lokal, Pemkab PPU optimistis sektor perikanan air tawar tidak hanya mampu mewujudkan kemandirian pangan, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten PPU.

 

“Penajam punya potensi, masa ikannya dari luar. Dengan cara ini akan bisa menggali potensi daerah sekaligus memberikan sumbangan dalam bentuk pendapatan asli daerah terutama di sektor pernikahan. Ini tujuan akhirnya,” tutup Andi. (Adv/d1)