APSAI PPU Dikukuhkan, Bupati Inginkan Dunia Usaha Jadi Sahabat Anak

Berita, Daerah, Nusantara16 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PPU– Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi dikukuhkan untuk periode 2026-2031.

Pengukuhan tersebut dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting oleh Ketua Umum APSAI Pusat, Wida Septarina, yang mengikuti kegiatan dari Jakarta, Senin (14/9/2026).

banner 336x280

Alhasil, momentum tersebut mendapat apresiasi langsung dari Bupati PPU, Mudyat Noor.

Dirinya menilai terbentuknya APSAI di daerah menjadi langkah penting dalam memperkuat keterlibatan dunia usaha dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.

“Selamat dan apresiasi atas terbentuknya APSAI PPU, sekaligus kepada seluruh pengurus yang telah dikukuhkan dan dipercaya untuk menjalankan amanah organisasi,” kata Mudyat.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur maupun peningkatan investasi.

Keberhasilan pembangunan juga harus terlihat dari kemampuan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan anak-anak tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, mendapatkan pendidikan yang baik dan memiliki kesempatan untuk berkembang.

Karena itu, Mudyat menegaskan perusahaan tidak hanya memiliki tanggung jawab menjalankan kegiatan usaha dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah. Dunia usaha juga dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang ramah dan layak bagi anak.

Melalui APSAI, ia berharap perusahaan-perusahaan di Kabupaten PPU semakin aktif menghadirkan kebijakan dan program yang berperspektif anak.

Hal tersebut dapat dilakukan melalui lingkungan kerja yang ramah keluarga, dukungan terhadap pendidikan dan kesehatan anak, pencegahan kekerasan dan eksploitasi anak, hingga berbagai program sosial yang memberikan manfaat nyata bagi tumbuh kembang anak.

Baca Juga :  Maknai Kemerdekaan, DWP PPU Gelar Donor Darah di RSUD Ratu Aji Putri Botung

Kepedulian Anak Diharapkan Hadir dalam Berbagai Aktivitas Perusahaan

Mudyat juga mengingatkan agar kepedulian terhadap anak tidak hanya berhenti pada program tanggung jawab sosial perusahaan atau Coorporate Social Responsibility (CSR).

“Prinsip-prinsip perlindungan dan pemenuhan hak anak tidak hanya ditempatkan sebagai bagian dari program CSR semata. Lebih jauh, prinsip tersebut dapat menjadi bagian dari budaya dan tata kelola perusahaan,” tegasnya.

Dengan demikian, kepedulian terhadap anak diharapkan hadir dalam berbagai aktivitas perusahaan, mulai dari kebijakan internal, perlindungan terhadap pekerja yang memiliki anak, dukungan terhadap keluarga, hingga kontribusi perusahaan terhadap lingkungan sosial di sekitar wilayah operasionalnya.

Di akhir sambutannya, Bupati berpesan kepada seluruh pengurus APSAI PPU periode 2026–2031 agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat.

Ia meminta APSAI mengidentifikasi kebutuhan anak di Kabupaten PPU dan menghadirkan program-program yang konkret, terukur serta memberikan manfaat langsung bagi anak-anak.

“Semoga organisasi ini dapat menjalankan perannya secara optimal dan menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya kita mewujudkan Kabupaten PPU yang semakin ramah, aman dan layak bagi anak,” pungkasnya.

Ramah Anak Salah Satu Indikator Utama Keberhasilan Pembangunan Daerah

Sementara itu, Ketua Umum APSAI Pusat, Wida Septarina menekankan pentingnya menjadikan kepentingan terbaik anak sebagai bagian dari cara perusahaan menjalankan bisnis.

Ia mengatakan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi harus memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat, termasuk anak-anak.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi, TP PKK PPU Gelar Rakor bersama Kader se-Kabupaten

“Anak-anak tidak hanya menjadi penonton dari pembangunan. Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang menghadirkan rasa aman, kesempatan dan kehidupan yang lebih bermartabat bagi setiap anak,” ujarnya.

Wida menilai kehadiran APSAI PPU memiliki peran penting sebagai jembatan yang mempertemukan pemerintah daerah, dunia usaha, masyarakat dan berbagai organisasi yang memiliki kepedulian terhadap anak.

Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak cukup hanya diwujudkan melalui program CSR. Dunia usaha juga diharapkan menerapkan kebijakan yang ramah keluarga, menyediakan lingkungan kerja yang aman, mencegah eksploitasi anak, memastikan produk yang aman, serta memberikan dukungan terhadap pendidikan dan kesehatan anak.

Ia menegaskan, terwujudnya kabupaten yang layak dan ramah anak merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam membangun sistem perlindungan anak melalui kebijakan, pelayanan dan kelembagaan.

Di sisi lain, dunia usaha memiliki sumber daya, inovasi, jaringan dan kemampuan yang dapat digunakan untuk menciptakan perubahan positif bagi anak-anak.

“Kepada ketua dan seluruh pengurus APSAI PPU, selamat atas amanah yang diterima hari ini. Saya berharap APSAI dapat menjadi ruang belajar, ruang berbagi dan ruang bergerak bersama bagi seluruh dunia usaha yang memiliki komitmen terhadap anak,” kata Wida.

Kegiatan ini juga dihadiri Sekda PPU, Tohar, Asisten I Pemkab PPU, Nicko Herlambang, kepala OPD dan sejumlah pejabat terkait lainnya. (hms6/pemkabppu)

banner 336x280