Ancaman El Nino Menghantui, PTMB Siapkan Strategi Layanan Air Bersih Berbasis Data dan Mitigasi Terukur

Berita, Daerah1764 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, BALIKPAPAN– Langkah strategis telah disiapkan Perusahaan Umum Daerah Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) untuk menjaga ketahanan pasokan air bersih bagi masyarakat dalam menghadapi potensi dampak El Nino 2026 yang dapat memicu kekeringan ekstrem.

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin kepada media saat menggelar konferensi pers dengan awak media, Rabu (6/5/2026).

banner 336x280

Bahkan langkah tersebut telah disepakati melalui rapat koordinasi strategis bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah IV yang dilaksanakan, 31 Maret 2026 di Kantor BWS Wilayah IV.

Yang dalam rapat tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting berbasis data dan simulasi teknis guna memastikan keberlanjutan layanan air bersih bagi masyarakat Kota Balikpapan.

Dijelaskan Yudhi, kesiapan menghadapi El Nino dilakukan secara terukur dengan mengacu pada data teknis dan skenario operasional yang telah disusun bersama BWS.

“Mitigasi yang kami siapkan bukan berbasis asumsi, tetapi berbasis data dan simulasi. Kami menghitung secara detail potensi penurunan air baku, dampaknya terhadap produksi, hingga skema distribusi agar layanan tetap berjalan,” ujar Yudhi.

“Dan mitigasi telah dilakukan sejak dini dengan merujuk pada informasi dari BMKG serta koordinasi lintas instansi,” sambungnya.

Yudhi menjelaskan, pengalaman menghadapi El Nino pada akhir 2023 hingga awal 2024 lalu menjadi acuan penting. Saat itu, kondisi baru kembali normal pada Mei 2024 setelah terjadi penurunan curah hujan yang signifikan.

Baca Juga :  Telkom Salurkan 111.500 GB Kuota Internet ke 21 Sekolah Tertinggal, Terdepan dan Terluar

Seperti diketahui untuk tahun ini berdasarkan prediksi, puncak El Nino di Kalimantan diperkirakan terjadi pada April dan mencapai puncaknya Oktober hingga September.

Berdasarkan analisis dari Balai Wilayah Sungai (BWS), penurunan curah hujan bisa mencapai 40 persen. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi pasokan air masuk ke Waduk Manggar dan Teritip hingga di bawah 50 persen.

“Karena itu, saat puncak El Nino nanti, kami kemungkinan hanya akan berproduksi maksimal 75 persen. Ini bukan pengurangan layanan semata, tetapi langkah untuk menjaga keberlanjutan air hingga awal 2027,” jelasnya.

Sebagai bagian dari mitigasi, PTMB juga memanfaatkan sumber air alternatif. Salah satunya adalah optimalisasi bendali (bendungan pengendali) yang tersebar di beberapa titik. Selain itu, penggunaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) mobile menjadi solusi fleksibel untuk mengolah air dari berbagai sumber.

“IPA mobile ini bisa berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, sehingga produksi air tetap berjalan dan distribusi ke masyarakat tetap terjaga, meski dengan sistem bantuan tangki di wilayah tertentu,” tambah Yudhi.

Saat ini, PTMB masih beroperasi pada kapasitas penuh sambil terus memantau kondisi waduk. Tambahan sumber air baku dari sumur bantuan pemerintah provinsi serta potensi pemanfaatan Sungai Sepaku juga menjadi penopang penting.

“Kami berharap dengan kesiapan ini, masyarakat tetap mendapatkan layanan air bersih secara optimal, meski di tengah tantangan iklim. Ini bukan hanya soal distribusi air, tetapi tentang menjaga keberlangsungan hidup bersama,” tutupnya.

Baca Juga :  Partai Final AFF U-23 Edisi 2025, Garuda Muda Wajib Menang

Sebagai tindak lanjut, PTMB bersama BWS dari hasil rapat akan berkoordinasi dengan Pemkot Balikpapan untuk menyampaikan imbauan resmi terkait penghematan penggunaan air, sekaligus memperkuat literasi publik mengenai dampak El Nino terhadap ketersediaan air bersih. (*/loh)

 

banner 336x280