Akhir Desember 2026, Pemkab PPU Optimis Lunasi Utang di Bankaltimtara

banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Penyelesaian kewajiban bayar utang menjadi salah satu komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU). Hal itu yang dilakukan kepada PT Bankaltimtara melalui skema anggaran yang cermat dengan berhasil memangkas beban utang perbankan daerah.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten PPU, Muhajir, mengatakan pemenuhan kewajiban utang tersebut telah masuk dalam alokasi perencanaan keuangan daerah. Dari total pinjaman awal sebesar Rp208 miliar, Pemkab PPU kini telah mengangsur pembayaran dalam jumlah yang cukup besar.

banner 336x280

“Utang di Bankaltimtara dari total utang Rp208 miliar, kita sudah bayarkan sebesar Rp135 miliar secara akumulatif. Sekarang sisa utangnya tersisa Rp73 miliar,” ucap Muhajir, Selasa (20/10/2026).

Diinformasikan, meminjam dana ke perbankan ini sebelumnya diambil Pemkab PPU guna mempercepat penyelesaian hak-hak kontraktor dan vendor atas kegiatan serta program pembangunan tahun anggaran 2025. Dengan menarik pinjaman jangka pendek, pemerintah daerah dapat langsung melunasi kewajiban kepada pihak ketiga sehingga iklim usaha dan roda perekonomian para mitra tetap terjaga.

Muhajir menjelaskan, skema pinjaman perbankan ini pada dasarnya adalah strategi untuk menyederhanakan kewajiban daerah.

“Kebijakan ini memindahkan fokus kewajiban. Jika sebelumnya kita berutang ke banyak pihak ketiga, sekarang difokuskan ke satu lembaga perbankan. Hak vendor tuntas, tetapi Pemkab PPU terikat perjanjian cicilan ketat,” jelasnya.

Meski demikian, sesuai regulasi pinjaman jangka pendek, Pemkab PPU berkewajiban menyelesaikan seluruh beban pokok dan bunga sebelum 31 Desember 2026. Pemerintah daerah pun dituntut untuk menerapkan disiplin anggaran yang ketat pada APBD 2026.

Baca Juga :  Persipura Jayapura Perpanjang Rekor Buruk Persiba Balikpapan

Mengenai peluang skema pembiayaan atau pinjaman kembali di masa depan, Muhajir menyampaikan bahwa pihaknya masih akan melihat perkembangan realisasi anggaran dan penyaluran dana hingga akhir tahun.

“Kita lihat nanti seperti apa skemanya. Tentu kalau di akhir tahun kewajiban ke pihak ketiga belum sepenuhnya tertutupi sementara kegiatan 2026 terus berjalan, potensi itu tetap ada jika kurang bayarnya disalurkan. Namun, saat ini kami sangat optimis mampu menyelesaikan pinjaman jangka pendek ini sesuai perjanjian dengan Bankaltimtara,” pungkas Muhajir. (Adv)

banner 336x280