Disdikpora PPU Perkuat Kapasitas Guru Umum Lewat Pelatihan Pendidikan Inklusi

banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan layanan pendidikan yang setara, bermutu, dan inklusif.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh peserta didik di wilayah PPU mendapatkan hak belajar yang layak tanpa mengalami diskriminasi, sesuai dengan kebutuhan serta potensi yang dimiliki masing-masing anak.

banner 336x280

Salah satu langkah strategis yang kini tengah diprioritaskan oleh pihak dinas adalah penyelenggaraan pelatihan pendidikan inklusi secara bertahap bagi para tenaga pengajar di sekolah umum.

Langkah ini diambil guna merespons kondisi di lapangan, di mana sebagian besar guru di tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih berlatar belakang pendidikan umum dan bukan lulusan Pendidikan Luar Biasa (PLB).

Sekretaris Disdikpora Kabupaten PPU, Durajat, menjelaskan keterbatasan latar belakang pendidikan khusus ini tidak boleh menjadi penghalang dalam memberikan pelayanan terbaik bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Oleh karena itu, penguatan kapasitas guru reguler menjadi kunci utama agar proses belajar-mengajar inklusif dapat berjalan optimal di setiap satuan pendidikan.

“Sebagai gambaran di lapangan, ambil contoh di SD Negeri 010. Di sana ada lebih dari 10 anak berkebutuhan khusus yang mengenyam pendidikan. Bayangkan, sementara dari sisi tenaga pendidik, tidak ada satu pun guru yang memiliki latar belakang khusus PLB,” ucapnya, Kamis (22/10/2026).

Baca Juga :  Hadiri Musda VI KAHMI Kaltim, Mudyat Noor Kenang Perjalanan di Organisasi Alumni HMI

Program Pelatihan Berjenjang

Guna mengatasi tantangan tersebut, Disdikpora PPU telah mengupayakan program pelatihan berjenjang bagi guru-guru umum.

Dijelaskan Durajat, pelatihan ini dirancang dalam beberapa tahapan, mulai dari tahap satu, tahap dua, hingga tahap lanjutan.

“Melalui program ini, para guru dibekali metode pemahaman, pendampingan, hingga penyusunan kurikulum yang adaptif bagi siswa ABK,” ungkapnya.

Durajat menambahkan bahwa data mengenai jumlah guru yang telah lulus dalam setiap tahapan pelatihan tersebut terus diperbarui dan terdokumentasi secara rinci di dinas. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang ramah, responsif, dan siap mendampingi setiap anak tanpa terkecuali.

“Disdikpora berkomitmen mengupayakan layanan pendidikan yang setara, bermutu, dan inklusif bagi seluruh peserta didik, tanpa diskriminasi, sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing,” pungkas Durajat. (Adv)

banner 336x280