Teknologi Bioflok Jadi Solusi Efisiensi Budidaya Ikan dan Inovasi Gaet Gen Z di PPU

banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mendorong penerapan teknologi bioflok dalam sistem budidaya ikan air tawar di wilayahnya. Metode inovatif ini dinilai tidak hanya efektif meningkatkan efisiensi pakan serta mempercepat masa panen ikan, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang sangat potensial untuk menarik minat generasi muda atau Gen Z dalam bisnis perikanan modern.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten PPU, Andi Trasodiharto, menjelaskan bahwa sistem bioflok bekerja dengan cara memanfaatkan sisa makanan yang tidak terhitung serta kotoran buangan ikan untuk diubah menjadi gumpalan-gumpalan mikroorganisme yang disebut flok. Gumpalan organik ini nantinya berfungsi kembali sebagai cadangan pangan alami yang aman dikonsumsi oleh ikan itu sendiri.

banner 336x280

“Sisa makanan dan kotoran ikan yang terbuang akan membentuk gumpalan atau flok, yang kemudian menjadi cadangan pangan bagi ikan. Untuk menjaga keberlangsungan ekosistem ini, kualitas air dan tingkat keasaman atau pH harus dijaga pada rentang standar, yakni berkisar antara 6 hingga 7,” ungkap Andi Trasodiharto, Rabu (21/10/2026).

Ia melanjutkan, keberhasilan sistem ini juga ditentukan oleh perlakuan awal pada kolam budidaya. Pemberian pupuk dasar, mikroorganisme pengurai seperti EM4, serta penambahan tetes tebu sangat diperlukan sebagai pemicu pembentukan flok. Jika dipadukan dengan lingkungan kolam yang kondusif dan sistem aerasi yang bagus, pertumbuhan ikan akan berlangsung jauh lebih cepat.

Baca Juga :  Inggris Kandaskan Kongo, Belgia Menang Dramatis Lawan Senegal

Dampaknya, masa pemeliharaan ikan dapat dipangkas menjadi lebih singkat. Dengan metode bioflok, ikan sudah bisa dipanen hanya dalam kurun waktu 4 hingga 5 bulan saja. Hasil produktivitasnya pun terbilang sangat memuaskan, di mana dalam 1 kg ikan bisa berisi sekitar 4 hingga 5 ekor.

Selain manfaat ekonomi dan teknis, Andi Trasodiharto menekankan pentingnya menjadikan teknologi ini sebagai media edukasi bagi para siswa. Sektor perikanan saat ini sangat membutuhkan regenerasi serta inovasi baru untuk menjawab tantangan krisis pembudidaya dari kalangan Gen Z. Langkah edukasi ini sangat selaras dengan program pengembangan dari Dinas Perikanan PPU.

“Diharapkan, sinergi ini melahirkan pembudidaya baru yang siap memenuhi kebutuhan pasar lokal, mengingat angka produksi ikan air tawar di Kabupaten PPU saat ini baru berada di kisaran 3.000 sekian ton,” tutup Andi. (Adv)

banner 336x280