Investor China Siap Kucurkan Dana Rp 48 Triliun, Bangun Pabrik Pengolahan Baja di Buluminung

banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Nilai investasi besar berskala internasional kembali melirik Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim). Perusahaan asal China, PT Tanggamus Steel Power, berencana menanamkan modalnya untuk membangun pabrik pengolahan baja di Kawasan Industri Buluminung (KIB).

Tak tanggung-tanggung, nilai investasi yang awalnya diproyeksikan sebesar Rp37 triliun kini membengkak dan diperkirakan melonjak hingga mencapai angka fantastis, yaitu sekira Rp48 triliun.

banner 336x280

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten PPU, Amrullah, membenarkan adanya rencana investasi berskala raksasa tersebut. Ia menceritakan bahwa komunikasi intensif antara pihak investor, pemerintah daerah, dan kementerian terkait terus berjalan.

“Rencana investasi dari PT Tanggamus Steel Power ini bergerak di bidang pengolahan baja. Nilai investasinya memang cukup besar, dari rekomendasi awal yang dicantumkan sekitar Rp37 triliun, dalam perkembangannya dari pihak investor ada penyesuaian angka hingga mencapai kurang lebih Rp48 triliun,” katanya, Selasa (20/10/2026).

Amrullah menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU merespons positif rencana masuknya modal asing tersebut. Bupati PPU, Mudyat Noor bahkan telah secara resmi menerbitkan surat rekomendasi dukungan investasi yang ditujukan langsung ke beberapa lembaga pusat, di antaranya Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Investasi/BKPM, serta Kementerian Perdagangan dan Perindustrian.

“Pengajuan rekomendasi langsung ke kementerian pusat ini dilakukan guna menyelaraskan regulasi, sesuai arahan Bappenas yang meminta agar skema rekomendasi investasi besar dialirkan secara formal dari pemerintah daerah ke kementerian terkait,” terangnya.

Baca Juga :  Sinergi Pemkab PPU, TNI dan POLRI Manfaatkan Lahan Produktif Tanam Jagung

Terkait kesiapan daerah, Amrullah menegaskan bahwa tugas utama DPMPTSP PPU adalah memfasilitasi dan mempermudah proses perizinan, termasuk pengurusan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR). Pemerintah daerah juga mengarahkan lokasi penempatan operasional pabrik pengolahan baja tersebut agar terintegrasi penuh di dalam Kawasan Industri Buluminung.

Masuknya investasi bernilai tensi tinggi ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian daerah, menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar, serta memperkuat posisi Kabupaten PPU sebagai kawasan penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN) di bidang manufaktur dan industri berat. “Nilai investasi ini cukup besar,” tutup Amrullah. (Adv)

banner 336x280