Beras SPHP Berubah Jadi Beras Kita, Diskukmperindag PPU Yakin Masyarakat Bebas Memilih

banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Isu pergantian nama Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi Beras Kita di tingkat pusat dipastikan tidak membawa dampak negatif bagi peredaran bahan pangan di pasar lokal Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Sebaliknya, hadirnya varian merek baru dari pemerintah ini dinilai semakin memperbanyak pilihan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok harian dengan harga yang tetap terjangkau.

banner 336x280

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) Kabupaten PPU, Marlina, menegaskan perubahan nama maupun hadirnya merek Beras Kita tidak perlu dikhawatirkan oleh pedagang maupun konsumen.

Proses distribusi beras program pemerintah dipastikan tetap berjalan sebagaimana mestinya tanpa mengurangi kuota pasokan di lapangan.

“Proses SPHP itu sebenarnya tetap ada kok, Beras Kita juga ada. Mungkin ini hanya proses penambahan atau penerbitan merek baru saja di pasaran,” ungkap Marlina, Selasa (20/10/2026).

Ia meyakinkan masyarakat bahwa pola ini serupa dengan penanganan program minyak goreng subsidi milik pemerintah yang memiliki beragam label dagang di pasaran, seperti Minyakita hingga berbagai merek subsidi pendukung lainnya.

Fenomena munculnya bermacam varian merek beras murah ini justru memperkuat daya jangkau masyarakat terhadap pangan murah. Lebih lanjut, Marlina membeberkan bahwa saat ini tercatat ada sekitar 76 merek beras yang telah beredar di pasaran umum.

Melimpahnya variasi merek tersebut memberikan ruang yang sangat luas bagi para pedagang dan konsumen untuk memilah serta memilih produk terbaik yang paling sesuai dengan daya beli finansial masing-masing.

Baca Juga :  Strategi Bupati PPU, APBD Terbatas, Ekonomi Rakyat Diupayakan Tetap Melesat

“Dengan banyaknya merek yang ada, pedagang dan masyarakat justru bisa memilah mana yang terbaik. Apalagi batas harga terendah dan tertinggi kan sudah ada ketentuannya. Jadi, kuncinya adalah kita harus bijak berbelanja dan menyesuaikan dengan kemampuan masing-masing,” jelas Marlina.

Melalui keberagaman merek serta kepastian pasokan ini, Pemkab PPU optimistis kebutuhan pangan harian warga PPU tetap terjamin aman, stabil, serta terhindar dari potensi lonjakan harga yang memberatkan ekonomi keluarga. (Adv)

banner 336x280