Lapak RTH Siap Tampung Relokasi UMKM Alun-Alun PPU Mulai Medio Oktober

banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PPU – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) bersiap merelokasi ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini berjualan di kawasan Alun-alun menuju Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Relokasi dan penataan ini diambil sebagai upaya untuk mengembalikan fungsi utama Alun-alun Penajam sebagaimana mestinya, sekaligus menata para pedagang agar tampilan pusat kota menjadi jauh lebih rapi, teratur dan indah.

banner 336x280

Kepala Disperkimtan PPU, Riviana Noor, mengungkapkan bahwa momentum peluncuran kawasan RTH baru tersebut diselaraskan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Himpunan UMKM Taman Alun-alun (HUTA) pada 24 Oktober mendatang.

“Rencananya bertepatan dengan HUT ke-2 HUTA pada 24 Oktober nanti kita sekalian launching. Jadi sebagian UMKM sudah mulai kita pindahkan ke sana secara perlahan dan bertahap,” ucap Riviana, kepada media, Sabtu (17/10/2026).

Ia menegaskan, pemanfaatan kawasan RTH harus segera dilaksanakan mengingat proses Final Hand Over (FHO) atau penyerahan akhir pekerjaan fisik RTH telah selesai. Menurutnya, membiarkan fasilitas publik terlalu lama kosong tanpa difungsikan justru berisiko tinggi menimbulkan kerusakan aset hingga kerawanan pencurian.

“Daripada sudah selesai dan FHO tapi belum dimanfaatkan, nanti malah banyak yang hilang atau kecurian. Jadi secepatnya kita manfaatkan sambil kita benahi pelan-pelan,” katanya.

Dalam penataan di lokasi baru, Disperkimtan mendorong penyeragaman bentuk booth atau lapak jualan para pedagang. Hal ini dirancang khusus untuk membuang kesan kumuh yang selama ini muncul akibat penggunaan tenda pedagang yang tidak seragam di area Alun-alun.

Baca Juga :  Diskan Beberkan Plus Minus Sistem Polikultur Budidaya Perikanan

Mengenai kapasitas, Riviana membeberkan bahwa data sementara dari HUTA mencatat ada 126 pelaku UMKM aktif di Alun-alun. Namun, area RTH baru telah disiapkan dengan kapasitas slot yang lebih luas untuk menampung pertumbuhan pedagang.

“Lokasi yang kami siapkan ada slot sekitar 187 tempat. Data sementara yang tercatat di HUTA ada 126 UMKM yang akan kita pindahkan, dan jumlahnya kemungkinan bisa bertambah sesuai data dari Dinas Perindagkop,” jelasnya.

Meski pemindahan dilakukan mulai 24 Oktober, Riviana mengimbau para pedagang dan masyarakat untuk bersabar karena fasilitas sarana dan prasarana (sarpras) penunjang seperti gazebo dan tempat duduk pengunjung belum sepenuhnya lengkap. Pemkab PPU berencana mengusulkan pemenuhan sarpras tersebut pada anggaran perubahan mendatang apabila terdapat sisa anggaran.

“Pada akhirnya nanti Alun-alun akan kita fungsikan dan kembalikan fungsinya sebagaimana mestinya,” pungkas Riviana. (Adv)

banner 336x280