Kacamatenegeri.com, BALIKPAPAN– Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas dilantiknya Kepengurusan Markas Pengurus Wilayah (MPW) Laskar Kebangkitan Kutai (LKK) Kota Balikpapan periode 2025-2029 di Hotel New Balikpapan, Sabtu (29/11/2025).
Ucapan disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan, Sutadi mewakili Pemkot Balikpapan dalam acara pengukuhan yang dihadiri Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Adji Mohammad Arifin didampingi istri Ratoe Praboe Ningrat.
“Selamat kepada pengurus LKK Kota Balikpapan yang dilantik. Semoga kepengurusan baru ini dapat bersinergi dengan pemerintah kota dalam membangun kota dalam segala bidang, khususnya seni dan budaya,” ucap Sutadi.
Dijelaskan Sutadi, saat ini Kesbangpol mendata ada 300 organisasi masyarakat (Ormas) dan 130 paguyuban di Kota Balikpapan, dimana ini mencerminkan bahwa Kota Balikpapan, kota yang heterogen
“Data itu membuktikan Kota Balikpapan bisa dibilang miniaturnya Indonesia,” kata Sutadi.
Oleh karena itu, dirinya berharap kepengurusan LKK Balikpapan yang baru bisa terus bekerjasama saling sinergi membangun kota seperti yang telah dijalankan sebelumnya.
“Selama ini LKK sudah memberikan kontribusi yang positif dalam menjaga kondusifitas kota. Juga yang terpenting selalu berkolaborasi dengan ormas lainnya,” ungkapnya.
Perkuat Peran LKK di Era Pembangunan IKN
Sementara Ketua MPW LKK Balikpapan, Yantovita Ganjang menyampaikan bahwa LKK Balikpapan saat ini memiliki 1.642 anggota yang tersebar dalam 123 ranting, 7 MPC, serta 3 organisasi sayap.
Dengan begitu, organisasi akan terus memperkuat perannya dalam pembangunan daerah, termasuk menyongsong pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kami ingin masyarakat Kutai berperan lebih besar dalam pembangunan IKN, bukan hanya menjadi penonton. Adat dan budaya Kutai harus hadir dalam proses pembangunan tersebut, sehingga nilai-nilai budaaya Kutai diakomodasi secara nyata,” ujarnya.
Yantovita menambahkan, LKK akan terus menegaskan peran sosialnya, mulai dari kegiatan kemasyarakatan hingga penanggulangan bencana. Ia berharap kehadiran LKK dapat diterima masyarakat secara lebih luas.
“Kami berharap masyarakat bisa menerima kami sebagai ormas yang bekerja untuk masyarakat, termasuk di bidang sosial dan penanggulangan bencana. Kami membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak,” tuturnya.
Tegakkan Filosofi Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung
Sementara itu, Ketua Umum LKK, Muhammad Husni Fahruddin, menekankan pentingnya filosofi “Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung” dalam memaknai keberagaman Balikpapan.
“Bila filosofi itu dipegang, keberagaman akan menjadi satu kesatuan yang utuh dan LKK harus memiliki peran meredam potensi perbedaan demi mengjunjung keamanan dan perdamaian,” ungkapnya.
Fahruddin menyebut, Balikpapan adalah kota yang heterogeny, sehingga peran LKK harus menjadi wadah yang menyatukan berbagai suku, agama, ras dan golongan. “Kehadiran LKK harus mampu menghilangkan friksi dan mempersatukan perbedaan serta berkarya membangun Balikpapan khususnya dan Kalimantan Timur umumnya,” pungkasnya. (dwn)












